oleh

Juli, Harga Cabai Turun!

babelpos

Kita Tunggu Janji Kemendag 4 Hari Lagi

  • Zulhas Klaim, Migor Curah Sudah Rp 14 Ribu, Dimana?
  • Sawit Diminta Rp 1600/Kg, Faktanya…..

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) meyakini bahwa harga bahan pangan, khususnya cabai dan bawang merah, segera pulih. Faktor cuaca disebut sebagai pendorong kenaikan harga pada musim panen kali ini.


KEMENDAG juga menegaskan, belum ada rencana untuk membuka keran impor. Mereka optimistis pada dua sampai tiga bulan ke depan harga dua komoditas tersebut melandai.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan membeberkan, memang ada potensi harga cabai turun lebih cepat jika pasar diguyur produk impor, misalnya dari Vietnam. ”Namun, petani lokal kita saja sekarang lagi terganggu panennya (karena cuaca, Red), jadi harus jual tinggi. Jadi, kita tidak akan ganggu dengan produk dari negara lain,” ujarnya kemarin (25/6).

Oke memprediksi harga cabai dan bawang merah akan turun mulai Juli seiring membaiknya cuaca dan produksi yang terus berjalan.

”Sebentar lagi ritmenya pulih, nanti sekitar Juli–Agustus itu (harga cabai dan bawang, Red) turun,” ucap dia.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) sempat menyampaikan statemen yang memicu kontra dari para pedagang. Saat dikonfirmasi mengenai kenaikan harga cabai, Zulhas menilai petani cabai diuntungkan dengan adanya kondisi tersebut.

”Kalau bawang merah, cabai-cabai, naik itu kan memang musiman. Waktu itu saya tanya orang pasar, biasa kalau musim begini harganya naik, biarlah petani ada bonus tahunan,” ucapnya.

Namun, pernyataan tersebut memicu nada kontra yang cukup keras dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi). Wakil Sekretaris Jenderal Pembinaan dan Pendidikan Pedagang Pasar DPP Ikappi Ahmad Choirul Furqon mengatakan, pernyataan tersebut tidak berdasar logika.
”Jangan hibur pedagang atau petani dengan logical fallacy,” cetusnya.

Menurut Furqon, pernyataan Zulhas dianggap menyederhanakan masalah. Padahal, masalah di lapangan jauh lebih kompleks dan harus diintervensi secara serius. Menurut dia, harga cabai dari para petani relatif normal dan tidak terjadi kenaikan signifikan.

”Jadi, apabila terjadi kenaikan harga yang tidak rasional, berarti ada masalah besar di jalur tengah, yaitu rantai distribusi,” bebernya.

Ikappi mengkhawatirkan tidak normalnya harga pangan, termasuk cabai, bakal berdampak domino yang akan merugikan pedagang di hilir.
”Harga yang tidak normal di pasar saat ini tidak selayaknya ditanggapi dengan bercanda,” tegas Furqon.

Di pihak lain, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto mengatakan, di beberapa titik, produksi beberapa bahan pangan seperti cabai dan bawang merah terganggu karena anomali cuaca. Khususnya yang berada di dataran rendah.
”Biasanya pada Juni curah hujan relatif sedikit, tapi sejak Mei (curah hujan, Red) cukup banyak,” terang dia.

Zulhas Klaim Migor Curah

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memantau ketersediaan minyak goreng (migor) curah di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (25/6) kemarin. Dalam kunjungannya, Zulkifli Hasan mendapati bahwa migor curah dengan harga Rp 14.000 per liter, atau Rp 15.500 per kilogram (kg), sudah mudah ditemukan di berbagai pasar tradisional.

“Hasil pemantauan di Pasar Jaya, Jawa Barat dan Jakarta, saya sudah datangi pasar kemana-mana, minyak goreng belum dua minggu ini (dengan harga) Rp 14.000, ada barangnya. Orang tinggal datang, ambil,” ungkap pria yang akrab disapa Zulhas tersebut.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itupun menjelaskan, saat ini distribusi migor curah dengan harga Rp 14.000 per liter telah menjangkau hampir 15.000 titik. Di Pasar Kramat Jati sendiri, Zulhas mengklaim, barang tersebut ada di hampir semua toko.

Sementara itu ketika ditanya apakah pembelian migor curah Rp 14.000 per liter perlu menunjukkan PeduliLindungi, Zulhas membantah. “Kalau nggak bawa KTP, kalau lebih mudah PeduliLindungi silakan. Tapi, kalau nggak punya itu, adanya kopi KTP, nggak apa-apa, diakui,” tegas Zulhas.

Adapun bagi agen pengecer, minyak goreng curah bisa diperoleh dengan harga Rp 12.600 per liter. Menurutnya, setiap orang bisa mengajukan diri sebagai agen pengecer atau mendirikan Warung Pangan, asal memenuhi persyaratan.

Terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang masih rendah, Zulhas mengatakan bahwa pemerintah telah meminta pengusaha atau pabrik kelapa sawit (PKS) untuk membeli TBS di harga paling rendah Rp 1.600 per kg. Tidak kurang dari itu.(jp)