oleh

Perdana, Puluhan Ekor Sapi di Bangka Tengah Terima Vaksin PMK

babelpos

KOBA – Dalam rangka mencegah dan mengendalikan penularan penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan berkuku belah atau genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing dan lainnya, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, melalui Dinas Pertanian memberikan vaksin PMK di wilayahnya.

Diketahui bahwa pemberian vaksin PMK ini merupakan yang pertama kali atau perdana dilakukan di Provinsi Bangka Belitung (Babel), termasuk Bangka Tengah (Bateng), yang mana Dinas Pertanian Bangka Tengah mencatat 99 ekor sapi di wilayahnya telah mendapatkan vaksinasi PMK Tahap Pertama.

Lebih lanjut, rencananya vaksinasi PMK ini akan dilakukan tiga kali pada tiap hewan ternak. Vaksinasi kedua dilakukan sekitar empat minggu setelah vaksinasi pertama, dan vaksinasi ketiga dilakukan enam bulan setelah vaksinasi kedua. Selanjutnya vaksinasi akan dilakukan setiap tahun dalam rangka eradikasi hingga Indonesia kembali bebas dari PMK.

Koordinator Dokter Hewan Dinas Pertanian Bangka Tengah, drh Rahmawati mengatakan pihaknya telah memberikan vaksinasi PMK kepada 99 ekor sapi di dua Kecamatan, yakni Lubuk Besar dan Koba.

“Hari ini kami vaksin di Koba dan Lubuk Besar, yang mana untuk Kecamatan Koba, kami lakukan vaksinasi di Simpang Perlang sebanyak 34 ekor dan di Kecamatan Lubuk Besar, tepatnya di Desa Belimbing sebanyak 65 ekor,” ungkapnya kepada Babel Pos, Sabtu (25/6/2022) di Koba.

Dikatakan Rahma, Kabupaten Bangka Tengah mendapatkan jatah 200 dosis vaksin PMK, yang mana Bangka Belitung mendapatkan 800 dosis PMK, yang kemudian dibagikan ke masing-masing Kabupaten/Kota di Babel.

“Jadi Bangka Tengah mendapatkan dosis vaksinasi PMK sebanyak 200 ekor, hari ini baru sekitar 99 ekor, jadi sisa vaksinasi ini akan kita lanjutkan pada hari Senin atau Selasa di wilayah Sungai Selan,” tuturnya.

“Sedangkan untuk kuota dosis vaksinasi PMK di Babel yakni ada 800 kuota, dengan rincian 300 untuk UPTD dan yang 500 dibagi ke 7 Kabupaten/Kota, sehingga Bangka Tengah dapat 200 untuk tahap 1 (satu),” sambungnya.

Ia menambahkan untuk dosis vaksinasi PMK tahap selanjutnya, akan diberitahukan pusat lebih lanjut, yang mana pengirimannya akan dilakukan setelah ini.

“Mudah-mudahan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi akhir-akhir ini bisa hilang dan upaya vaksin yang dilakukan tidak sia-sia sehingga para peternak tidak merugi dan masyarakat bisa tenang,” imbuhnya. (sak/ynd)