oleh

Tak Terima Kolega Sapri Cuci Tangan Cari Selamat, Desak Tersangkakan 9 PPTK

babelpos

PANGKALPINANG – Pusaran perkara tipikor proyek swakelola pemeliharaan rutin jalan Bina Marga pada Dinas PUPR Bangka Belitung pada tahun 2018 hingga 2021 untuk pemotongan rumput/ semak belukar atau tebasan untuk ruas jalan kian memanas.

Ini setelah pernyataan dari 4 kolega dari terdakwa Sapriadi selaku PPK yang tak lain rekan-rekanya selaku PPTK yang memberikan kesaksian yang memberatkan di muka sidang PN Tipikor pada Senin kemarin (21/6).

Dikatakan oleh penasehat hukum terdakwa Sapri, Beri Saputra kalau klienya telah dirugikan. Maka dari itu Beri mendesak agar rekan-rekan sesama PPTK itu dijadikan tersangka yang sama dengan klienya.

“Klien kita disudutkan terutama soal aliran uang terutama yang disebutkan dengan persentase itu.

Persentase itu adalah kesepakatan di internal mereka, yang mana uang pencairan itu tidak saja diterima klien tetapi juga telah dinikmati bersama oleh mereka selaku PPTK,” kata Beri.

Menurut Beri, yang memberikan uang dalam persentase kepada klienya adalah para PPTK itu sendiri. Jadi tak ada alasan apapun kalau sampai pihak pemberi dalam pusaran perkara ini dapat dibebaskan dalam jeratan hukum.

“Ini semua demi rasa keadilan, jangan sampai klien kami saja yang harus dimintakan pertanggungjawaban hukum. Tetapi ada 9 orang PPTK itu harus bertanggung jawab yang sama dalam pusaran perkara,” desaknya dengan nada tinggi.

Dalam menjerat tersangka baru menurutnya sangat mudah. Tinggal ada tidaknya niat ketegasan pihak JPU dalam menangani perkara ini secara paripurna. Mengingat para PPTK akui secara gamblang kalau mereka telah menikmati aliran uang dalam pusaran perkara.

“9 PPTK itu telah mengembalikan uang-uang yang mereka nikmati secara sadar. Beragam nominal mulai Rp 100 juta hingga ke bawah, berarti mereka sadar mereka salah.