oleh

Sidang Gugatan PT SMP di PTUN Dua Saksi Penggugat Beri Keterangan, Satu Saksi Sempat Bohongi Hakim

babelpos

PANGKALPINANG – Sidang lanjutan gugatan PT Sumber Mas Pratama (SMP) terhadap Pemkab Bangka ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pangkalpinang terkait pembongkaran pagar panel beton di Jalan Lintas Timur, Desa Air Anyir Kabupaten Bangka kembali digelar, Rabu (15/6/2022). Sidang kali ini digelar dengan agenda pemeriksaan saksi penggugat.

Sebelumnya, gugatan tersebut diajukan di PTUN Pangkalpinang dengan nomor perkara 5/G/2022/PTUN.PGP tanggal 29 Maret 2022.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Rory Yonaldi, PT SMP menghadirkan dua saksi yakni Parulian dan Ronaldi. Namun saat sidang dimulai, saksi Parulian sempat ditegur oleh hakim lantaran membuat pernyataan yang membingungkan dan tidak konsisten setiap pertanyaan yang dilontarkan hakim.

Pasalnya, awalnya Parulian mengaku tidak ada hubungan atau pekerjaan dengan pihak penggugat yaitu PT SMP. Hal itu ditanyakan Majelis Hakim saat sesi pertama akan dimulainya persidangan.

“Ada hubungan pekerjaan, digaji, ada hubungan keluarga,” tanya Rory Yonaldi saat pemeriksaan indentitas para saksi yang dihadirkan pihak PT SMP. “Tidak ada, tidak ada” jawab saksi Parulian.

Namun saat dicecar sejumlah pertanyaan, Parulian pun akhirnya mengaku bahwa dirinya yang mengurus hingga diminta melakukan pengawasan soal lahan tersebut yang diperintahkan oleh Deni Wijaya.
Tak hanya itu, diduga kian terdesak atas pertanyaan-pertanyaan hakim, Parulian akhirnya mengaku bekerja sebagai freelance dari pihak PT SMP atas jasanya mengurus surat atas lahan tersebut.

Bahkan, dia juga menerima penghasilan atau uang komisi dari PT SMP, meski awalnya hal tersebut sempat disangkal oleh dirinya.

“Apakah pekerjaan freelance tadi soal surat menyurat atau dengan PT SMP,” tanya Hakim Alponteri Sagala.