oleh

Disperidag Babel Teken MoU Dengan UBB

babelpos

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggandeng Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam upaya memperkuat perlindungan dan mencerdaskan konsumen.

Kerjasama itu tertuang dalam MoU Survey Pengukuran Indeks Keberdayaan Konsumen yang ditandatangani pada Rabu (15/6). MoU ini bertujuan untuk mengembangkan Program Standardisasi dan Perlindungan Konsumen di seluruh daerah di Babel, serta mengukur tingkat pemahaman konsumen terhadap perlindungan konsumen.

MoU tersebut di tandatangani langsung oleh Kepala Disperindag Babel yang diwakili Kabid Pengendalian Perdagangan dan Perlindungan Konsumen, Fadjri Djagahitam selaku pihak pertama dan selaku pihak ke dua, dari UBB ditandatangani oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Devi Valeriani.

“Perjanjian kerjasama ini untuk mengukur tingkat pemahaman konsumen babel tentang perlindungan konsumen sehingga dapat menentukan langkah-langkah strategis yang berhubungan dengan perlindungan konsumen di masa yang akan datang,” jelas Sub Kordinator Perlindungan Konsumen Disperindag Babel Zurista.

Caranya, papar Zurista, dengan melakukan survey pengukuran indeks keberdayaan konsumen yang dapat memberikan beberapa manfaat, salah satunya berupa persentase penanganan pengaduan konsumen yang nantinya dapat berdampak kepada meningkatnya perlindungan konsumen di Babel.

“Ya ruang lingkup kerjasama ini mencakup pekerjaan yang harus dilaksanakan dan diselesaikan. Survey Pengukuran Indeks Keberdayaan Konsumen ditujukan kepada konsumen atau masyarakat yang berada di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka,” terangnya.

Selain itu melalui Survey Pengukuran Indeks Keberdayaan Konsumen juga dalam upaya mengetahui tingkat indeks keberdayaan konsumen. Dengan seperti itu pihaknya nantinya dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam melakukan perlindungan konsumen.

“Jadi semakin tinggi Indeks Keberdayaan Konsumen maka akan terjadi Peningkatan Pemberdayaan Ponsumen masyarakat Babel yang akan berujung pada peningkatan kualitas dan daya saing produk karena konsumen yang semakin cerdas tidak akan menerima produk maupun jasa yang tidak memenuhi standar,” ungkapnya.

Oleh sebab itu dengan adanya perjanjian kerjasama ini dirinya berharap, kepada kedua belah pihak dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, sehingga apa yang menjadi tujuan dari kerjasama ini dapat tercapai yaitu mengembangkan Program Standardisasi dan Perlindungan Konsumen di Seluruh Daerah Babel. “Agar seluruh masyarakat Babel selaku konsumen terlindungi hak-haknya, serta mengetahui kewajibanya selaku konsumen,” tutup Zurista. (jua)