oleh

Bakal Dihapus, Nasib 2302 Honorer Di Bangka Tengah Terancam

babelpos

KOBA – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang penghapusan pegawai honorer pada bulan November tahun 2023 nanti.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bangka Tengah (Bateng), membenarkan adanya surat edaran dari Menpan RB mengenai penghapusan tenaga honorer, tetapi ia mengaku, hingga saat ini Pemkab Bateng masih belum mendapatkan petunjuk resmi.

“Kalau untuk penghapusan honorer, petunjuk dari pusat memang akan ada penghapusan tenaga honorer, tetapi di Bangka Tengah belum resmi menerima petunjuk konkritnya, tapi surat pengantar dari Menpan RB memang sudah menyatakan bahwa November 2023 adalah masa terakhir ada tenaga honorer,” ungkapnya kepada Babel Pos, Kamis (16/6/2022) di Koba.

Ia pun berharap agar kedepannya ada opsi lain terkait nasib para tenaga honorer ini, agar dapat bekerja kembali.

“Tetapi Menpan RB juga mengingatkan, akan ada tenaga kerja seperti sopir, kebersihan, keamanan dan lainnya yang akan tetap diperkejakan dengan sistem rekrutmen outsourcing, namun kita tunggu saja,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDMD) Kabupaten Bangka Tengah, Risaldhi mengatakan terdapat 2302 tenaga honorer yang bekerja di lingkungan Pemkab Bateng.

“Surat edaran memang sudah ada, akan tetapi ini menyangkut nasib orang banyak, untuk itu kami tidak berani menyatakan statement apapun saat ini, karena bisa jadi akan ada pertemuan-pertemuan lanjutan, seperti pihak Kepala Daerah dengan pihak pusat, sehingga keputusan ini diharapkan akan tetap berpihak kepada honorer,” ujarnya.

Ia berharap, ke depannya akan ada pertemuan lanjutan, antara kepala daerah dengan pihak pusat, mengingat masih ada waktu satu tahun lebih.

“Di Bangka Tengah saja kita mempekerjakan 2302 tenaga honorer, dan di Kabupaten lain di Provinsi Bangka Belitung jumlahnya juga hampir sama bahkan lebih di atas kita, jadi bisa dibayangkan berapa banyak yang dipertaruhtakn nasibnya, semoga ada solusi dan kita akan tetap menunggu arahan,” imbuhnya. (sak/ynd)