oleh

Tipikor PUPR Babel, Jaksa Tahan Dua Tersangka

babelpos

*Susul Sapriadi yang Kini Terdakwa

NASIB tragis benar-benar dialami oleh terdakwa dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Dinas PUPR Bangka Belitung (Babel), Sapriadi. Selain dia yang harus mendekam di balik jeruji besi, kini diantara 2 tersangka baru kasus yang sama yang terhitung masih kerabatnya sudah ditahan pula.

Keduanya adalah Alfa Novel dan Muhammad Arifin. Keduanya telah ditahan jaksa setelah dijadikan tersangka pula.

Alfa Novel terseret karena dia adalah Direktur CV Cahaya Hijrah Bersama dan Muhammad Arifin. Penetapan tersangka serta penahanan tersebut dibenarkan langsung oleh Kasi Penkum Basuki Raharjo kepada harian ini, kemarin.

“Terkait 2 orang tersangka lainya dalam perkara Tipikor di Dinas PUPR memang sudah ditahan. Penahananya usai lebaran yang lalu. Dalam waktu dekat juga akan segera dilimpahkan ke jaksa penuntut di Kejaksaan Negeri Pangkalpinang,” kata Basuki singkat.

Dengan adanya penetapan tersangka baru itu, berarti total tersangka dalam pusaran korupsi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemprop Bangka Belitung berupa proyek swakelola kegiatan pemeliharaan rutin jalan Bina Marga tahun 2018 hingga 2021 untuk pemotongan rumput/ semak belukar atau tebasan atau perambasan untuk ruas jalan adalah sebanyak 3 orang. Karena 1 orang terdakwa diantaranya yakni Sapriadi selaku PPK dan PPTK sudah duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Kota Pangkalpinang.

Sapri telah menjalani sidang perdana dan didakwa atas korupsi proyek swakelola pemotongan rumput pada ruasan jalan meliputi Bedengung-Batu Betumpang –Bedengung Payung tahun anggaran 2018. Ruas jalan Pasir Garam Penagan-Kota Kapur tahun 2020.

Ruas jalan Pasir Garam-Penagan –Kota Kapur, ruas jalan Pangkalpinang-Simpang Katis, ruas jalan Simpang katis-Sungai Selan, ruas jalan Namang-Puput-Simpang Katis. Ruas jalan Puput-Simpang Gedang-Sungai Selan Lampur. Ruas jalan Penagan-Tanjung Tedung, ruas jalan Kota Lubuk Besar, Ruas jalan Lubuk Besar-Tanjung Berikat dan rRuas jalan Simpang Gedong Payung 2021.

Dimana keterlibatan ke 2 tersangka itu?

Dalam hal pembayaran, diungkapkan kalau terdakwa Sapriadi menggunakan modus berupa menyulap para penyedia jasa dari orang-orang terdekatnya, dimana keduanya masih terhitung kerabatnya.

Berapa duit mengalir pada kedua tersangka?

Jaksa melalui dakwaannya merinci total fee yang diterima masing-masing: Muhammad Arifin sebesar Rp 26.000.000 dan Alfa Novel Rp 20.000.000. sementara Muhamamd Umari selaku Direktur CV Arrummy Jaya Sufi sebesar Rp 3.250.000 namun sudah dikembalikan kepada penyidik. (eza)