oleh

KHI 2022 di Babel, Semangat Kebangkitan Industri Pariwisata dan Ekraf Halal Indonesia

babelpos

PANGKALANBARU – Kongres Halal Internasional (KHI) 2022 “Akselerasi Peningkatan Kontribusi Produk Halal dan Pariwisata Halal Dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Pusat Produsen Halal Dunia” sukses diselenggarakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan telah resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof.KH.Maruf Amin, Selasa 14/06/2022) di Novotel Bangka Convention Center.

Dalam amanahnya, Republik Indonesia (RI)-2 tersebut mengajak kepada kesadaran terhadap peranan besar produk industri dan wisata halal di Indonesia. Namun demikian ia meminta agar halal ini tidak didiskripsikan hanya bagi umat Islam saja.

“Karena kesan ini sangat kuat untuk memberikan keyakinan bahwa segala sesuatu yang halal itu sebetulnya tidak hanya baik untuk umat Islam, tetapi juga sama baiknya bagi semua umat. Sehingga sekali lagi semangat inilah yang harus dipromosikan, sebagai semangat yang membawa kebaikan bagi semua umat,” ujar ulama besar ini.

Dengan geografis Bangka Belitung yang dikelilingi kurang lebih 470 pulau dengan populasi pertumbuhan penduduk mencapai, 1,5 juta jiwa, sehingga konfigurasi Babel adalah sebagai daerah kepulauan yang terbagi dalam 7 kabupaten/kota.

Hal ini juga menjadikannya sebagai potensi sekaligus tantangan. Dan konfigurasi Babel yang sumber dayanya adalah maritim tersebut, membuat pemberlakuan pembangunan Babel tidak bisa sama dengan daerah berbasis daratan lainnya di Indonesia.

Oleh karena itu, Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaludin pun mengajak kepada semua pihak untuk bergerak cepat, karena pengembangan potensi daerah ini tidak bisa hanya dengan business as usual atau yang biasa-biasa saja.

Upaya Bangka Belitung untuk menggerakkan industri halal, salah satunya juga harus lebih keras. Karena industri halal baik bagi semua pihak. Terutama bagi kaum muslim maupun masyarakat lainnya secara universal, sehingga pemahaman ini pun tidak menjadi kontraproduktif.

Orang nomor satu di Babel tersebut juga mendorong besarnya peranan produk local, karena produk lokal Babel cukup banyak dan potensial seperti industri berbentuk pariwisata dengan penetpan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan Geopark (on proses) yang ikut di dorong antusiasme kelompok masyarakat sadar wisata, perikanan budiaya dan tangkap, udang vaname, pertanian lada, porang, durian dan lain-lain.

Selain mendorong peningkatan produktivitas produk usaha tersebut, ia juga menyebutkan pentingnya strategi untuk terus merangkul dan membangun kesadaran masyarakat.

Contohnya dalam industri pertambangan yang memang tidak dalam konteksnya halal secara konsumsi. Tetapi industri ini juga harus menghasilkan uang yang halal. Jangan mencuri-curi, karena kalau melakukan dengan praktek ilegal adalah salah satu bentuk pertambangan yang juga menghasilkan uang tidak halal.

Menurut pria kelahiran Muntok Bangka Barat ini, hal mendasar yang perlu dilakukan dalam mendorong industri halal di Babel adalah mengajak masyarakatnya untuk terlibat secara bersama-sama.

Dari segi birokrasi, secara peraturan, pembiayaan sertifikasi dan sebagainya sudah diatur oleh pemerintah sedemikian rupa sehingga tidak memberatkan. Termasuk juga perlunya upaya membangun skema kerjasama antar daerah, antar negara dan organisasi internasional.

Diharapkan dengan kemitraan yang luas ini akan semakin membuka peluang untuk meningkatkan ekonomi secara lebih baik khususnya di Bangka Belitung dan Indonesia umumnya.

Ia menyebut perlunya akses permodalan yang lebih progresif, sebab jika hanya melalui permodalan yang biasa-biasa saja, maka tentu tidak akan mudah bagi UMKM, terlebih untuk mengarah kepada permodalan industri halal yang relatif baru. Dengan demikian sekali lagi kehadiran pemerintah dan pemangku kebijakan di sector keuangan termasuk perbankan dan sejenisnya sangatlah penting untuk berperan aktif.

Jangan membiarkan pertarungan bebas dalam hal pendanaan ini, melainkan harus tetap ada kontribusi atau peran pemerintah dan stakeholder terkait tadi dalam mendorong penyediaan dana-dana yang mampu mengembangkan eksistensi UMKM produktif di Bangka Belitung.

Ridwan Djamaludin menyebut, saat membahas industri pariwisata artinya juga bicara “industri perasaan”, dalam hal ini artinya ada tanggungjawab bersama untuk membuat para wisatawan yang berkunjung ke Babel ini senang menikmati suasana alamnya, perilaku masyarakat maupun kulinernya.

“Ini adalah ekspektasi kita bersama, sehingga beberapa destinasi di Babel kita harapkan juga semakin maju, karena ikut didukung oleh masyarakat dengan menghadirkan produk makanan yang halal dan lingkungan yang halal,” tambah pria yang sebelumnya bertugas di Direktorat Jenderal Kementerian Sumberdaya Energi dan Mineral Republik Indonesia ini.

Djamaludin ingin implementasi dari Kongres Halal Internasional 2022 ini dapat dampak berkelanjutan yang akan dibawa sebagai kesan yang baik saat para peserta kembali ke daerah atau negaranya masing-masing dan kelak akan kembali lagi berkunjung sekaligus membelanjakan uangnya di Indonesia khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno juga mendorong agar pengembangan produk domestik di Indonesia harus lebih progressif, karena inilah salah satu upaya bersama untuk meningkatkan pemasukan devisa negara.

Ia mengaku salah satunya Kemenparkraf RI juga ikut mendorong wisatawan nusantara untuk berwisata di dalam negeri sendiri. Karena Indonesia juga memiliki potensi sangat luar biasa kaya dari segi kuliner. Sehingga tak heran jika potensi ini membuat Indonesia mampu menjadi negara pemeroduksi halal food terbesar bahkan masuk dalam tataran nomor 5 dunia.

Besarnya demand produk-produk industri halal di Indonesia serta besarnya potensi-potensi kekayaan dan keanekaragaman produk halal dan syariah Indonesia tersebut, maka sudah saatnya Indonesia menjadi pemain kunci dalam industri halal dan syariah ini.Kemenkraf Indonesia pun akan terus mendukung dan mendorong sektor industri produk halal dan syariah Indonesia melalui serangkaian program kemudahan akses pembiayaan syariah bagi UMKM, program pelatihan dan pendampingan entreuprenuer hingga dikalangan pesantren melalui santri digital enterprenuer, penyediaan informasi layanan tambahan ramah musllim, penerbitan SNI dan serangkaian upaya progresif lainnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut juga mengapresiasi besar atas suksesnya penyelenggaraan Kongres Halal Internasional 2022 yang diselengarakan di Provinsi Bangka Belitung melalui MUI Babel dan LPPOM MUI Babel.

Melalui kegiatan ini diharapkan akan mampu menghasilkan putusan dan kebijakan strategi-strategi yang kongkrit untuk pengembangan industri halal dan syariah di Indonesia.

“Semoga ini jadi semangat kebangkitan bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus berkontribusi bagi pengembangan industri halal, membuka peluang besar bagi lapangan pekerjaan,” ujar pria yang berlatar belakang pengusaha sukses dan pernah menjabat Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Terpisah, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Amirsyah Tambunan dalam press confrence bersama sejumlah media cetak dan elektronik Bangka Belitung mengaku optimis dengan potensi alam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sangat mendukung mulai dari destinasi wisata pantainya yang indah, sektor kuliner dan sebagainya. Karena ini akan mampu menjadi bagian dari komunitas percepatan atau akselerasi untuk lebih berkembangnya industri halal di Indonesia khususnya dari Bangka Belitung.

Babel juga mempunyai ketersediaan sumber daya manusia dari berbagai perguruan tinggi untuk ikut mendorong percepatan atau akselerasi pembangunan ekonomi melalui sektor industri halal ini. Sebab dengan sumber daya manusia tersebut akan mampu melahirkan tenaga-tenaga yang terampil.

Dengan peran dari tiga aktor hulu dan hilir dalam proses sertifikasi halal di Indonesia sesuai UU No 33 tahun 2014, yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Lembaga Pemeriksa Halal( LPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah optimis proses penerbitan sertifikasi halal, khususnya bagi kebutuhan pelaku usaha supermikro dapat dilakukan melalui self declare, sehingga akan mempercepat para pelaku usaha mendapatkan pernyataan legal bahwa produknya tersebut adalah produk halal, sehingga usaha tetap dapat berjalan sampai menunggu sertifikasi halal resmi yang dikeluarkan oleh BPJPH.

“Dan potensi industri halal ini tidak hanya fokus pada industri halal makanan, tetapi juga semakin meluas kepada industri fashion, peralatan rumah tangga dan sebagainya yang juga harus memenuhi standar halal,” katanya didampingi sejumlah pejabat MUI Pusat lainnya seperti Nadrotuzaman selaku Sekretaris Dewan Halal Indonesia, Muti Iriwati selaku Direktur Executif LPPOM MUI Pusat, Amiludin Yqum selaku Dewan Halal Nasional, Rofiqul Imam selaku Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ketua MUI Bangka Belitung, Zayadi, Sekretaris MUI Babel, Akhmad Lutfhi dan sejumlah nama tokoh penting MUI lainnya. (**)