oleh

Program Desa Binaan Unmuh Babel Desa Batu Beriga Diresmikan di Hari Lahir Pancasila, Wujudkan Kami Unggul, Desa Mandiri

babelpos

BERIGA – Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dan Pemerintah Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (02/06/2022) meresmikan Program Desa Binaan Unmuh Babel, Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah 2021 -2024.

Peresmian dihadiri oleh Bupati Bangka Tengah, Agafry Rahman,S.T diwakili, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ahmad Syarifullah Nizam, S.E., M.AP, Rektor Unmuh Babel Fadillah Sabri,S.T.,M.Eng, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangka Tengah, Dr.Joko Triyadi, S.E.,M.Si, Kepala Desa Batu Beriga, Gani beserta jajaran, Sekretaris Majelis Lingkungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr.Ir.Gatot Supangkat,S.M.P, Wakil Rektor III Unmuh Babel, Yuanita, M.Pd, Kepala LPPM Unmuh Babel Dzihan Khilmi Ayu Firdausi, M.Pd,
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah, Yudi Sabara, unsur Babinsa Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar, kepala dinas beserta OPD se-Bangka Tengah dan tamu undangan lainnya.

Rektor Unmuh Babel dalam amanatnya menyampaikan bahwa peresmian program desa binaan ini dimaksudkan sebagai Catur Darma Unmuh Babel dalam perannya menyelenggarakan program kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pengembangan Desa Binaan yang meliputi bidang yakni Lingkungan dan Kebencanaan, UMKM dan Kewirausahaan serta Pendidikan Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Program ini akan dilaksanakan 2022 – 2024.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bangka Tengah, Pemdes Batu Beriga. Semoga program ini dapat direalisasikan dengan baik dan mencapai tujuan bersama program desa binaan Unmuh Babel, yakni “Kami Unggul, Desa Mandiri”,” ujar Fadillah Sabri.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Bangka Belitung ini menyebut, momentum launcing program desa binaan ini juga bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022. Peringatan ini bukan hanya sekedar untuk mengenang pentingnya Pancasila, tetapi juga lebih kepada bagaimana memaknai filosofi dari 5 nilai pancasila itu sendiri, dan salah satunya adalah pada sila ke-5, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Sudahkah kita mengamalkannya ataukah sebenarnya rasa keadilan itu masih terabaikan, karena sumber daya alam di negeri ini justeru lebih banyak dikuasai oleh asing dan tidak memberikan kesejahteraan atau mewujudkan rasa keadilan bagi rakyatnya sendiri. Sebab itulah program desa binaan ini hadir, karena Unmuh Babel ingin ikut memberikan pengabdian yang benar kepada masyarakat. Yakni melakukan pengembangan potensi yang ada agar taraf hidup masyarakat sejahtera, unggul dan mandiri,” tambah salah satu tokoh presidium pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Dalam sambutannya Kepala Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unmuh Babel, Dzihan Khilmi Ayu Firdausi,M.Pd juga menyebut bahwa bina desa merupakan kegiatan pengembangan masyarakat yang difokuskan dalam desa melalui kelompok-kelompok dan masyarakat desa.

Ia menjelaskan melalui hasil penelitian dosen program desa binaan ini diharapkan dapat memberikan hasil nyata, dapat dinikmati serta berguna bagi masyarakat. Selain itu kegiatan pengabdian masyarakat ini juga merupakan suatu kewajiban yang dilakukan dosen maupun mahasiswa.

Menurut Herne (1995) bahwa pemberdayaan dilaksanakan sebagai helping people tp help them selves atau bekerjasama dengan masyarakat, bukannya bekerja untuk masyarakat.
Pemberdayaan tidak boleh menciptakan ketergantungan, tetapi harus mendorong semakin terciptanya kemandirian dan kreatifitas agar semakin tercipta kemampuan untuk berswakarsa, swadaya, swadana dan swakelola.

Dimulai dari tahun 2021, LPPM Unmuh Babel melalui tim Bina Desa memetakan dan melakukan berbagai kajian mengenai potensi permasalahan dan potensi yang ada pada calon desa binaan Unmuh Babel.

“Dan setelah dilakukan kajian dan berbagai pertimbangan analisis, memutuskan Desa Batu Beriga merupakan Desa Binaan Unmuh Babel. Alhamdulilah pemerintah kabupaten dan desa mensupport penuh niat baik kami untuk menjadikan masyarakat desa menjadi lebih baik,” ujar Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Unmuh Babel ini.

Ia menyebut bahwa fokus pengembangan Desa Batu Beriga adalah, Lingkungan dan Kebencanaan, UMKM dan Kewirausahaan dan Pendidikan Al Islam Kemuhammadiyahan. Selain itu dalam kegiatan ini juga dilakukan pembentukan kelompok tanggap bencana, UMKM dan kewirausahaan berupa pemanfaatan hasil laut dan pariwisata serta pendidika dan Al islam Kemuhammadiyahan melalui hadirnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM ) berbasis Al islam dan Kemuhammadiyahan.

Dengan terlibatnya peran serta masyarakat, maka diharapkan hingga tahun 2034 Batu Beriga ini akan mampu mewujudkan cita-citanya sebagai desa unggul, mandiri. Dan juga Unmuh Babel juga akan mencapai visi-misinya “Menjadi Perguruan Tinggi Muhammadiyah Yang Berkemajuan dan Berdaya Saing Tingkat Internasional Tahun 2034.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam juga mengucapkan terima kasih banyak atas niat luhur dari Unmuh Babel untuk ikut membantu percepatan arah pembangunan Kabupaten Bangka Tengah khususnya di Desa Batu Beriga.

Hal ini menjadi penting, sebab membangun sumberdaya manusia itu tidak bisa hanya menjadi tanggungjawab pemerintah tetapi juga memerlukan koordinasi dan sinergi. Yakni menggunakan konsep pentahelix yang di dalamnya terdapat unsur Pemerintah (government), komunitas, akademisi, pengusaha dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan.

Akselarasi pembangunan sumber daya manusia yang dibangun melalui konsep pentaheliq ini sangat penting dalam mensukseskan program desa binaan khususnya di Desa Batu Beriga. Sebab program ini dilakukan melalui analisa mendalam dari sisi ketersediaan sumberdaya alam, pendidikan, kesehatan hingga penanggulangan kebencanaan. Semua ini dilakukan dalam rangka mewujudkan cita-cita bersama yakni terwujudnya Desa Unggul dan Mandiri.

Ia mencontohkan pentingnya peran komunitas masyarakat ikut mendukung program pemerintah daerah Bangka Tengah sekaligus melibatkan pelaku sektor bisnis, supaya semua lini dapat bersama- sama mempercepat arah dan tujuan membangun di desa Batu Beriga yang potensial ini.

“Program desa binaan ini luar biasa dan harus terus dilanjutkan atau berkelanjutan. Karena program ini pararel dengan indeks desa membangun. Yakni, indeks ketahanan sosial, ketahanan kesehatan dan ekonomi dan ketahanan ekologi. “Dan kita memahami bahwa ketahanan sosial juga akan bisa terbangun dengan baik, apalbila kualitas Pendidikan sumber daya manusianya juga bagus. Dan karena itu sekali lagi Pemkab Bangka Tengah dan Desa Batu Beriga khususnya sangat terbantu dengan program ini,” ujarnya lagi.

Ia menyakini bahwa kondisi sumberdaya manusia Desa Batu Beriga yang memang gemar makan ikan setiap hari juga akan mampu menjadi sumber potensial bagi pembangunan di wilayah pesisir ini ke depannya. Karena dampak dari pola makan ikan yang baik ini, tidak hanya akan mempengaruhi kecerdasan otak, tetapi juga kenaikan taraf kesehatan dan angka harapan hidup masyarakat.

Selain itu kesukseskan program jangka panjang ini juga harus didukung dengan pertimbangan dari sektor modal sebagai langkah membangun semangat enterprenuership yang lebih termanagement dengan baik serta didukung ketersediaan sarana pendukung seperti pemukiman yang lebih sehat dan layak, jalan, akses pasar, perbankan dan sebagainnya.

Ia menyebut bahwa Pemkab Bangka Tengah termasuk melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangka Tengah juga akan siap untuk membantu melakukan pendampingan kepada warga untuk membuat strategi-strategi pemberdayaan ekonomi yang ada di Desa Batu Beriga ini. Yang salah satunya adalah dari potensi perikanan dan perkebunan agar lebih termaksimalkan ini penting guna tetap menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Hal ini juga dapat menjadi salah satu cara dalam rangka meminimalisir praktek monopoli perdagangan yang merugikan dan tidak berkeadilan bagi ekonomi masyarakat kecil termasuk yang ada di daerah-daerah pesisir yang tentu saja sebagian besar masih bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional.

Semua indeks ini harus terbangun secara utuh sekaligus di dukung dengan kesatuan dan keragaman potensi serta budaya masyarakat yang kita punya. Dan kami optimis, karena masyarakat Batu Beriga ini adalah masyarakat yang ramah tamah dan terbuka

Menurutnya, dengan lebih maksimalnya pemanfataan sekaligus pengembangan sektor kelautan dan perikanan, akan menguntungkan bagi daerah Bangka Tengah dan Desa Batu Beriga.Yakni sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah atau Desa (PAD).

Peresmian Program Desa Binaan ini ditandai dengan pembukaan tirai pada papan plang nama Program Desa Binaan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung Desa Batu Beriga, penandatangan MoU secara bersama, launching PKBM dan kelompok pemuda tanggap bencana Desa Batu Beriga hingga penyuluhan penanggulangan kebakaran hutan dan pertolongan pertama korban tenggelam oleh Sekretaris Majelis Lingkungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr.Ir.Gatot Supangkat,S.M.P, dan Kepala Seksi Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Bangka Tengah, Sri Murtopo.(**)