oleh

Filosofi Menampi (Pesan Sederhana Untuk Pj. Gubernur Babel)

babelpos

Oleh: AHMADI SOFYAN – Penulis Buku/Pemerhati Sosial Budaya —

PJ GUBERNUR BABEL harus pandai “menampi” atau “mengayak” sehingga jelas mana butiran beras yang berkutu atau bahkan kerikil atau batu, serta mana yang beras layak untuk dimasak.

——————

SEPERTINYA heboh banget informasi dan berita tentang penunjukan Pj. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Berbagai group WhatsApp dan medsos ramai memberitakan jauh sebelum pelantikan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri. 4 orang putra daerah (Ridwan Djamaluddin, Rasio Rido Sani, Naziarto dan K. Tajuddin) digadang-gadang dan “ditampi” oleh Pemerintah Pusat untuk ditunjuk sebagai Pj. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Akhirnya, Kamis, 12 Mei 2022, jelas sudah keputusan Pemerintah Pusat memilih dan melantik Putra Mentok Bangka Barat yang sedang menjabat Dirjen Minerba Kementerian ESDM untuk memimpin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Saking heboh dan kepengen tahunya masyarakat Babel, handphone pribadi saya pun tak kalah sering berbunyi, baik pesan WA maupun telpon dari banyak orang, guna menanyakan tentang benar atau tidak informasi yang beredar. Entahlah, mengapa harus saya yang ditanyakan. Padahal kehidupan saya di hutan belantara dan di sungai guna memancing, sangat jauh dari dunia pemerintahan.

Saya pun menjawab bahwa saya bukan bagian dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, jadi nggak tahu apa-apa. Pokoknya siapapun yang dipilih kita harus mensyukuri dan mencintai negeri ini agar lebih baik dan sejahtera serta sinergi membangun negeri.

Karena siapapun 4 putra terbaik Bangka Belitung tersebut tidak akan mampu membangun negeri ini sendiri, tanpa ada sinergi dengan berbagai elemen masyarakat serta instansi lainnya. “Siapapun kita do’akan itu pilihan terbaik dan kita harus bersahabat” begitu umumnya jawaban yang saya berikan.

Alhamdulillah, tepat berakhirnya masa jabatan Erzaldi-Fatah, Putra Mentok dan Putra kesayangan Nyai Raden Ayu Indrawati (Perawat Bung Karno), yaitu Ridwan Djamaluddin diberikan amanah guna memimpin Negeri Serumpun Sebalai.

Walaupun tidak mengenal dekat sosok beliau, tapi saya yakin penunjukkan ini bukanlah sekedar penunjukkan, namun sudah teruji dan dinilai oleh berbagai kinerja serta prestos. So, kepemimpinan ini pun memiliki harapan yang sangat besar terhadap Bangka Belitung hingga Pemilu 2024 nanti.

Kepemimpinan Ridwan Djamaluddin pastinya membutuhkan sinergi yang luas di daerah. Kalau di wilayah Pusat, kita yakin (pake banget) kalau sosok Ridwan Djamaluddin sudah sangat “ngelotok” jaringannya. Oleh karena itu, ditingkat lokal (Bangka Belitung), walaupun beliau adalah Putra Bangka Belitung, namun lebih banyak berkiprah di Pusat, maka nampaknya beliau harus pandai “menampi”.

Pandai-lah Menampi

BEBERAPA waktu lalu, saya membaca tulisan guru saya, Prof. Dr. Bustami Rahman yang berjudul “Adat Menampi”. Saya sangat tertarik membaca tulisan tersebut karena menurut saya “menampi” itu bukan sekedar sebuah kegiatan yang bertujuan menseleksi beras sebelum ditanak (dimasak) denan menggunakan tampi atau tampah yang umumnya terbuat dari anyaman bambu, tapi kegiatan itu memiliki nilai filosofi dalam kehidupan termasuk dalam sebuah kepemimpinan.

News Feed