oleh

Sidang Tipikor BPRS Muntok Masih Berlanjut, Trio Terdakwa Dituntut Tinggi

babelpos

TIM Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bangka Barat yang digawangi Dr Agung Dhedi Dwi Handes, Agung Trisa Putra Fadlillah Burdan, Ferry Marleana Kurniawan, M Syaran Jafizhan menuntut tinggi trio terdakwa perkara Tipikor pada PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bangka Belitung Cabang Muntok, Bangka Barat (8/4).

Tuntutan 5 tahun penjara pada masing-masing terdakwa Iedil Fadhliyansyah (staff legal dan appraisal), Junizar (admin legal), dan Romika Saprullah (kabag Marketing).

Dihadapan majelis hakim PN Tipikor Kota Pangkalpinang yang diketuai Iwan Gunawan ITU, tuntutan tidak saja penjara melainkan juga denda yang terbilang besar yakni Rp 200 juta. Bilamana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan, dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Bagi pihak JPU hal-hal yang memberatkan perbuatan para terdakwa itu tidak mendukung program Pemerintah dalam penyelenggaraan negara yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Sementara hal-hal yang meringankan bahwa para terdakwa bersikap sopan di persidangan. Bahwa para terdakwa mengakui kesalahannya dan belum pernah dihukum.

JPU juga menyatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primair.

Sebelumnya para terdakwa pada kurun 2013 hingga 2018 telah melakukan perbuatan secara melawan hukum. Yaitu di antaranya para terdakwa telah mengelola keuangan negara secara tidak tertib, tidak taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

Para terdakwa sebagai pegawai Bank Syariah atau Bank Umum Konvensional yang memiliki Unit-Unit Syariah (UUS) yang dengan sengaja memberikan penyaluran dana atau fasilitas penjaminan dengan melanggar ketentuan yang berlaku yang diwajibkan pada Bank Syariah atau Unit Usaha Syariah, yang mengakibatkan kerugian sehingga membahayakan kelangsungan usaha Bank Syariah atau Unit Usaha Syariah.

Ketiga, Melakukan pelanggaran berat, Melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan barang atau uang milik perusahaan atau Melakukan kegiatan sendiri maupun bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerja dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan atau pihak lain yang merugikan perusahaan atau Menyalahgunakan jabatan atau wewenang untuk melakukan tindakan yang menguntungkan diri sendiri ataupun pihak ketiga tanpa mengindahkan peraturan perusahaan.