oleh

Penyebab Leher Menghitam, Tebal dan Kasar, Diabetes Salah Satunya

babelpos

JAKARTA – Anda menyadari ada perbedaan warna mencolok pada leher Anda, atau anggota keluarga Anda?

Bicara warna kulit kehitaman di area leher, umumnya dikaitkan dengan beberapa kondisi medis. Salah satunya adalah acanthosis nigricans.

Selain kulit terlihat kehitaman, mereka yang mengalami kondisi ini menunjukan penebalan pada kulit yang terdampak.

Kulit di area penderita acanthosis nigricans ini, juga terasa kasar, seperti halnya permukaan belundru.

Tidak hanya ditemukan pada leher, mereka yang mengalami acanthosis nigricans, menunjukan kulit menghitam juga di area ketiak, juga bisa di selangkangan.

Acanthosis nigricans menurut Healthline, bisa terjadi pada pria dan wanita dewasa, bahkan pada anak-anak.

Acanthosis nigrican sendiri bisa dipicu oleh beberapa kondisi lainnya:

• Sindrom Cushing

• Kanker

• Gangguan hormonal

• Obesitas

Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu, salah satunya pil KB.

Mereka yang mengalami pra diabetes, atau menuju diabetes, menurut American Academy of Association, menunjukan ciri seperti yang dimaksud di atas.

Selain dikarenakan acanthosis nigricans, warna kulit yang menghitam, menebal dan terasa kasar, dapat disebabkan oleh dermatitis neglecta.

Pada kasus dematitits neglecta, perubahan warna kulit yang menghitam, disebabkan oleh kurangnya kesadaran orang akan membersihkan kulit di bagian terdampak.

Penyebabnya adalah keringat, bakteri, sebum dan materi lain yang menunpuk akibat kurang higienis.

Kondisi ini bisa diatasi dengan dibersihkan menggunakan sabun, air atau alkohol, dan tentunya rutin menjaga kebersihan kulit.

Dawn effect pada Penderita Diabetes

Mereka yang hidup dengan diabetes, harus lebih aktif dalam mengontrol kadar gula dalam darah mereka.

Meminum obat, menggunakan insulin, membatasi atau menghindari konsumsi makanan atau minuman tertentu, adalah sesuatu yang tak terhindarkan.

Namun tidak semua orang tau, bahwa pada penderita diabetes, ada sebuah fenomena bernama “dawn effect”, atau efek fajar dalam bahasa Indonesia.

Menurut Healthline, efek ini sebagai penyebab terjadinya lonjakan gula darah seseorang, antara 2 pagi hingga pukul 8.

Lonjakan gula darah ini sendiri, terjadi akibat beberapa faktor. Pelepasan hormon tertentu oleh tubuh di pagi hari, dapat meningkatkan resistensi insulin, ketidakcukupan insulin, menyebkan lonjakan yang tidak diinginkan. (**)