oleh

Pansus Temukan Banyak Tambak Udang Tak Miliki Izin, Tapi Usaha Jalan Terus

babelpos

PANGKALPINANG – Maraknya budidaya tambak udang di Bangka Belitung (Babel) mendapatkan “catatan merah” dari DPRD, terkhususnya panitia khusus (Pansus) Pembudidayaan Ikan. Pasalnya berdasarkan inventarisir Pansus dalam pembahasan tentang regulasi pembudiayaan ikan di Babel ini didapati hampir semua tambak udang di Babel tak memiliki izin lengkap, melanggar Peraturan Daerah (Perda) hingga merugikan pemerintah daerah. Demikian ini dibeberkan anggota Pansus Pembudidayaan Ikan DPRD Babel, Adet Mastur, Rabu (16/2) kemarin.

“Berdasarkan hasil pantauan ke lapangan banyak sekali benturan-benturan dengan hukum khususnya lokasi yang dibuka tambak udang ini yang pertama berbenturan dengan Undang-Undang Kehutanan karena sebagian ada yang masuk ke dalam kawasan hutan itu harusnya nggak boleh, apalagi kawasan hutan lindung,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ketua Komisi II ini, tambak udang ini juga melanggar Perda Tata Ruang dan RTRW, karena sebagian para pebisnis tambak udang membuka tambak tidak sesuai peruntukan karena berdasarkan RTRW kabupaten atau provinsi bukan untuk budidaya tetapi misalnya pariwisata, ada yang masuk kawasan pertanian.

“Ketiga melanggar Perda RZWP3K, karena mereka memanfaatkan ruang laut untuk pengambilan air sedangkan zona itu pariwisata yang menganggu, termasuk pembuangan limbah yang dibuang ke laut itu melanggar,” tegasnya.

Oleh karenanya, Adet mengatakan, perlu kehati-hatian dari pansus untuk menetapkan perda dan harus disinkronkan dengan Perda RTRW, RZWP3K, yang berbenturan harus dihindari. Pihaknya sangat menyayangkan, usaha tambak udang ini sudah berjalan beberapa tahun tetapi perizinan belum diselesaikan.

“Kalau dihitung masalah legal, mayoritas ilegal karena tidak memiliki izin, sudah beberapa kali panen bahkan ada yang tiga empat tahun tapi belum ada izin. Banyak pajak yang nggak masuk ke kita, apalagi retribusi perizinan daerah sangat dirugikan, negara juga dirugikan,” tegasnya.

Ke depan, pihaknya pun berencana untuk memanggil pengusaha tambak udang untuk membahas hal tersebut.

“Sementara ini belum, tetapi ke depan tidak menutup kemungkinan kami akan memanggil untuk membahas hal tersebut,” pungkasnya. (jua)