oleh

Sudah Prewedding, Calon Pengantin Tewas Dikeroyok Tetangga

babelpos

*Gara-gara Rebutan Jabatan Ketua Komite Sekolah?

CALON pengantin, Hajrat alias Ujang (20), tewas dikeroyok tetangganya sendiri. Warga Desa Harimau Tandang, Kecamatan Pemulutan Selatan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) itu meninggal di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan.

Peristiwa berdarah itu melibatkan dua keluarga, yakni Darmawan dan anaknya Hajrat. Ayah dan bapak ini bertarung melawan Tegar dan ayahnya, Solah (50).

Perkelahian tersebut menyebabkan Hajrat meninggal dunia. Sedangkan ayahnya, Darmawan kritis dan harus dirujuk ke RSMH Palembang kuntuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara Solah juga mengalami luka-luka, sehingga terpaksa dilarikan ke RS Bari Palembang untuk mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi Sabtu pagi (5/2) sekitar pukul 10.00 WIB di kebun sawit milik SMK Negeri 1, Desa Harimau Tandang.

Perkelahian bermula saat Solah (50), yang merupakan penjaga sekolah bersama kawan-kawannya sedang membersihkan kebun sawit dengan menggunakan parang dan jodos sawit.

Kemudian, datang dua orang yaitu Dermawan (50) dan korban Hajrat (20) dengan membawa senjata tajam menghampiri Solah.

Lalu, terjadi perkelahian antara Dermawan, Hajrat dengan Solah dan kawan-kawannya.

Akibat perkelahian tersebut, korban Hajrat meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi usus terburai.

Sedangkan Solah dan Dermawan mengalami luka-luka, sehingga dilarikan ke rumah sakit.

Motif perkelahian dua keluarga di Ogan Ilir yang menewaskan calon pengantin Hajrat (22) diduga dipicu rebutan jabatan ketua komite sekolah.

Kepala Desa Harimau Tandang, Samsul, menduga perkelahian dua keluarga yang bertetangga itu diduga ada kaitannya dengan pergantian jabatan Ketua Komite SMK Negeri 6.

Darmawan (55) yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komite SMK Negeri 6 digantikan oleh Soleh (55).

“Dugaan kami Pak Darmawan tersinggung karena Pak Soleh menggantikan dirinya dan masuk SK sebagai Ketua Komite Sekolah di SMK tersebut,” ucap Samsul kepada wartawan, Sabtu (5/2).

Soleh yang menjabat sebagai Ketua Komite SMKN 6, memimpin kegiatan bersih-bersih di perkebunan sawit milik SMK Negeri 6 Ogan Ilir yang lokasinya berada di samping sekolah pada Sabtu pagi (5/2).

Saat Soleh bersama rekan-rekannya sedang membersihkan kebun sawit, Darmawan datang bersama anaknya, Hajrat (22) sekitar pukul 10.00 WIB.

Keduanya datang dengan membawa senjata tajam. Ayah dan anak ini cekcok dengan dengan Soleh dan anaknya, Tegar.

Mereka pun terlibat perkelahian sengit dengan menggunakan senjata tajam.

Akibatnya, Hajrat yang merupakan calon pengantin dan sudah melakukan foto prewedding tewas di lokasi kejadian. Sedangkan Darmawan mengalami luka-luka yang sangat serius.

Perkelahian dua keluarga itu sempat didengar oleh siswa SMKN 6 yang sedang latihan silat di sekolah.

Para siswa SMKN 6 dan masyarakat sekitar langsung mendatangi lokasi kejadian.

Ketika para siswa datang, tubuh Hajrat sudah tenggelam di rawa. Hanya kakinya yang terlihat. Sedangkan Darmawan duduk bersimbah darah.

Warga kemudian mengangkat Hajrat dari rawa. Saat itu, Hajrat sudah tak bernyawa.

Pemuda yang dijawalkan menikah pada Maret 2022 itu mengalami luka di bagian perut dengan kondisi usus terurai, telinga sebelah kiri hampir putus dan luka robek di pelipis mata sebelah kanan.

Warga lantas mengevakuasi Darmawan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan itensif.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

“Masih lidik di lapangan. Nanti kami kabari perkembangan selanjutnya,” ungkap Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (5/2) malam. (ety/sumeks)