oleh

Januari 2022, Inflasi Bangka Belitung Sebesar 0,97% (mtm)

babelpos

PANGKALPINANG – Di tingkat nasional, pada Januari 2022 Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,56% (mtm) sedikit menurun dibandingkan bulan Desember 2021 sebesar 0,57% (mtm). Secara tahunan, inflasi Januari 2022 tercatat 2,18% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya Desember 2021 sebesar 1,87% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh penurunan inflasi kelompok volatile food dan administered prices, di tengah kenaikan inflasi inti.

Serupa dengan nasional, Bangka Belitung pada Januari 2022 mengalami inflasi 0,97% (mtm) atau 3,60% (yoy). Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Budi Widihartanto menyebut, inflasi pada Januari 2022 didorong oleh meningkatnya beberapa komoditas bahan makanan seperti beras, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, cabai rawit, bawang merah, nasi dengan lauk, dan beberapa jenis ikan (cumi-cumi, ikan selar, dan ikan dencis). Hal ini, kata dia, tercermin dari peningkatan indeks harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,93% (mtm) dengan andil sebesar 0,673%.

“Namun demikian inflasi kelompok ini tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seperti komoditas angkutan udara, ikan kerisi, cabai merah, minyak goreng, biaya administrasi transfer uang, dan beberapa sayuran (kangkung, bayam, sawi hijau, ketimun),” ujar Budi kepada Babel Pos, Jumat (4/2).

Menurutnya, inflasi pada Januari 2022 juga masih dipengaruhi oleh peningkatan daya beli masyarakat seiring dengan peningkatan harga komoditas unggulan di Bangka Belitung terutama timah dan Crude Palm Oil (CPO).

Secara spasial, dikatakan Budi, Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 1,22% (mtm) terutama pada kelompok makanan, minuman dan tembakau berupa daging ayam ras, ikan selar, beras, dan cumi-cumi. Demikian pula kota Tanjungpandan yang mengalami inflasi sebesar 0,54% (mtm) yang disumbang oleh komoditas cumi-cumi, beras dan ikan tongkol.

Pada Januari 2022 kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, lanjut Budi, juga turut memberikan tekanan inflasi di kedua kota tersebut. Komoditas bahan bakar rumah tangga tercatat memberikan tekananan inflasi dengan andil sebesar 0,143% di kota Pangkalpinang dan 0,087% di kota Tanjungpandan.