oleh

Jelang 78 Tahun Usia Mang Gani: Daerah Jadi PT Babel Enterprise

PENGALAMAN dan perjalanan hidup di usia menjelang 78 tahun –2 Maret 2022–, Abdul Gani Auf atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mang Gani, memang selalu menarik ketika diajak berbincang.

————————

“AMANG Ka ni, merasa semakin banyak yang diperbuat, maka semakin banyak pula yang belum dilakukan,” demikian yang ia sampaikan kepada Babel Pos dalam perbincangan di Sudut Gedung Graha Pena, Bangka, kemarin.

Dalam usianya yang memang tidak muda lagi itu, ia merasa justru tetap harus bergerak, berpikir, dan berbuat. ”Karena itu yang bisa membuat Amang tetap tampil dan sehat. Ternyata diam duduk manis, justru mengundang penyakit,” tukasnya lagi.

Dikatakan oleh Mang Gani, selaku Putra daerah Bangka Belitung (Babel), ia merasa tetap akan terus berbuat dan berpikir demi Babel. Meski kiprah dan perusahaannya tidak bergerak di Babel, namun pemikiran dan sumbangsih untuk tanah kelahiran tetap yang utama.

Itu pula sebabnya menurut Mang Gani ia pernah mencalonkan diri menjadi Gubernur Babel –meski tidak lolos dalam pencalonan–. ”Langkah pencalonan itu sebenarnya bukan untuk mengejar kekayaan, tapi dilakukan sebagai salah satu jalan untuk berbuat dan menafkahkan diri bagi Babel selaku tanah kelahiran,” lanjutnya.

Dikatakan Mang Gani, pengalaman hidup selaku pengusaha di berbagai bidang dengan perjalanan ke luar negeri yang tidak sedikit, setidaknya mengajarkan bahwa ada yang keliru dalam tata kelola daerah di Indonesia termasuk Babel.

”Saya pernah tanyakan ke salah satu tokoh di suatu negara kecil tapi maju, mengapa kami tidak bisa semaju negara Anda?”

Secara tegas menurut Mang Gani, salah satu kekeliruan dalam tata kelola daerah di negeri ini khususnya adalah, dominasi politik yang terlalu tinggi dan masuk ke semua sendi kehidupan.

”Kita bukan anti politik, tapi politik itu tetap ada batasnya. Bukan berarti politik itu masuk ke semua sendi dan sepanjang masa,” tukasnya.

Saat ia bercita-cita jadi Gubernur Babel menurut Mang Gani, ia ingin menjadikan Babel ini seperti perusahaan.

”Babel saya jadikan PT Babel Enterprise. Gubernur Direktur Utama, Sekda Manager Direktur, Walikota dan Bupati jadi Para Direktur Pelaksana, dan rakyat serta wakil rakyat adalah pemegang saham. Setiap jabatan ada itung-itungannya, untung ruginya. Lalu, semua laba yang dihasilkan digunakan untuk kepentingan para pemilik saham (rakyat.red), seperti membangun jalan, irigasi, yang memberikan manfaat bagi rakyat. Soal untuk partai atau kepentingan partai, silahkan pikirkan sendiri, tapi tidak boleh mengambil jatah untuk rakyat,” tegas Mang Gani bersemangat.

Sekarang ini, kami lihat langkah Mang Gani adalah berkeinginan untuk menjadi wakil rakyat Babel di DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah garis perjuangan Mang Gani masih sama?

”Kondisi dan situasinya sudah berubah. Namun garis dan keinginan untuk berbuat yang terbaik bagi tanah kelahiran tentu takkan surut selagi hayat masih di kandung badan. Kalau ditanya, apa yang kau cari Mang Gani? Saya hanya menjawab, akan terus berbuat yang terbaik untuk tanah kelahiran saya,” tegasnya. (red)

News Feed