oleh

Produk Cover Note Bukan Cuma dari Notaris Gemara? Kenapa Dua Notaris Lepas?

*Sederet PR Jaksa di Kasus ‘Bancakan’ Tipikor KMK BRI
*Tuntutan untuk Gemara Ditunda?

TERSERETNYA Notaris Gemara Handawuri menjadi terdakwa dalam kasus Tipikor Kredit Modal Kerja (KMK) BRI Pangkalpinang, adalah karena produk cover note yang ia keluarkan yang dianggap sebagai dasar cairnya kredit dari bank plat merah tersebut.

DALAM fakta persidangan justru terkuak, karena ternyata cover note tidak hanya berasal dari notaris Gemara. Ada 2 notaris lainnya yang juga mengeluarkan produk yang sama untuk debitur lainnya.

Dari 47 cover note –atau 47 debitur-, hanya ada 42 cover note yang dikeluarkan oleh Notaris Gemara. Sementara 5 debitur sisanya yang cove notenya dikeluarkan oleh 2 notaris lain?

Pertanyaannya, mengapa cuma Notaris Gemara Handawuri yang terjerat hukum?

Dalam persidangan selama ini, posisi Notaris Gemara Handawuri memang di atas angin. Kemarin (13/1), semestinya Terdakwa Gemara mengdapai tuntutan. Namun pihak JPU menyatakan belum siap.

“Belum siap kita, kita minta penundaan pembacaanya,” ujar salah satu JPU, Oslan Pardede kepada harian ini.

Namun sayang Oslan –sapaan akrab jaksa ini– tidak merinci detil atas terjadinya penundaan. Dia hanya mengatakan pembacaan akan dilakukan pada Kamis pagi (13/1) (hari ini. red).

Fakta-fakta Sidang

Selain nasib hukum 2 notaris –yang semestinya sama dengan Gemara–, masih ada sederet Pekerjaan Rumah (PR) bagi Jaksa khususnya Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Babel) dalam kasus Tipikor BRI yang kerugian negaranya hampir mencapai Rp 50 an miliar ini.

Fakta-fakta persidangan sudah menguak sederet nama ikut terlibat bahkan ada yang ikut menikmati ‘bancakan’ bank pemerintah itu.

News Feed