oleh

Tipikor BPRS Toboali, Negara Masih Tekor, Nazwien & Effriansyah akan Dimiskinkan

babelpos

*Dieksekusi, Harta Bendanya Diburu

MESKI vonis terhadap 2 terdakwa Effriansyah dan Nazwien Nadjamuddin dalam perkara korupsi penyimpangan dalam pembiayaan (pinjaman) Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bangka Belitung Cabang Toboali telah diketuk palu di PN Tipikor Pangkalpinang serta inkrah, namun kerugian negara belum pulih. Dimana negara masih dirugikan sebesar Rp1.583.131.522.

—————

INI berarti masih menyisakan pekerjaan rumah bagi jaksa penuntut umum di Kejaksaan Negeri Bangka Selatan.

Kasi Pidsus Zulkarnaen Harahap mengatakan kasus tersebut –karena sudah inkrah- kini harus dieksekusi oleh jaksa penuntut.

“Setelah tidak ada upaya hukum lagi dari para terdakwa, maka kita harus melaksanakan eksekusi terhadap terdakwa sesuai putusan hakim. Saat ini eksekusi baru sebatas hukuman pokok berupa penjara terhadap para terdakwa. Sedangkan untuk hukuman pada uang pengganti (UP) serta denda mereka belum melaksanakanya sesuai putusan,” ungkap Zulkarnaen didampingi jaksa Kurniawan Harahap, seraya menunjukan berita acara pelaksanaan putusan Pidsus nomor 38, di PN Tipikor, kemarin (5/1).

Dalam eksekusi ini dikatakan Zul, tahap awal pihaknya akan menjalin komunikasi dengan para terdakwa terkait uang UP tersebut.

“Kita komunikasikan dulu, bagaimana mereka akan membayar UP ini. Apakah dengan cicilan atau bertahap atau bagaimana. Begitu juga dengan apa harta benda yang mereka miliki untuk membayar UP ini. Hal ini akan terus kita kejar karena menjadi tanggung jawab jaksa penuntut dalam hal pemulihan kerugian negara dalam perkara ini,” tegasnya.