oleh

Tipikor KMK BRI Pangkalpinang: Fajri Dituntut 6 Tahun, John Dituntut Ringan

*Notaris Gemara Masih di Atas Angin

JAKSA Penuntut Umum (JPU), Izhar dari Kejaksaan Negeri Bangka Tengah menuntut 6 tahun penjara terhadap Alfajri Tasriningtyas mantan Kepala Kantor BRI Cabang Pembantu Depati Amir, dalam perkara korupsi kredit modal kerja (KMK) pada BRI Pangkalpinang.


————

PEMBACAAN tuntutan yang berlangsung sore kemarin secara online di hadapan majelis hakim yang diketuai Iwan Gunawan, dinyatakan Alfajri Tasriningtyas selaku kepala BRI cabang pembantu Depati Amir berperan selaku pemutus kredit terhadap 32 debitur juga selaku AO terhadap 3 debitur yang bekerjasama dengan AO Desta dan Priandi AL Haq als Qiqi untuk memproses pengajuan kredit KM itu terhadap 35 debitur dinyatakan telah terbukti secara dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primair. Dimana negara telah dirugikan dalam hal ini PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) sebesar Rp 19.400.000.000.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan dijerat pidana dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Selain penjara terdakwa juga dijerat dengan pidana denda sebesar Rp 500 juta yang mana bila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa dilakukan pada saat pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Sehingga perbuatan terdakwa tersebut tidak mendukung program pemerintah dalam penyelenggaraan negara yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.


News Feed