oleh

Setiap Masa…

SETIAP masa ada pemimpinnya, setiap pemimpin ada masanya.

—————


KEMARIN (21/11), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tepat berusia 21 tahun. Banyak perubahan, banyak pula yang sudah dicapai. Namun semakin banyak pula yang terasa belum dilakukan.

ADALAH hal yang tidak bisa dibantah ketika di awal-awal menjadi provinsi, pemimpin saat itu –baik itu Gubernur/Wakil Gubernur, maupun Bupati/Wakil Bupati terutama daerah pemekaran tentunya — hampir dipastikan akan disibukkan dengan target infrastruktur yang masih banyak belum berdiri.

Harap maklum. Kecuali tentunya untuk daerah Kabupaten Induk seperti Kabupaten Bangka, Belitung, dan Kota Pangkalpinang.

Memasuki periode pemimpin 5 tahun berikutnya, tentunya masih memperhatikan infrastruktur. Namun tak hanya fokus untuk kelengkapan pemerintahan, tetapi sudah mengarah pula ke kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Begitu pula 5 tahun kemudian, selain infrastruktur, juga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk pembangunan SDM ini, lebih priroritas lagi di 5 tahun ke 4. itulah yang dilakukan oleh Gubernur/Wakil Gubernur sekarang.

Bahkan, Gubernur Babel, Erzaldi Roesman menegaskan, bahwa pengembangan SDM yang berkualitas tetap menjadi prioritas. Pembangunan manusia di Kepulauan Bangka Belitung secara rata-rata mengalami kemajuan dan dapat dikategorikan berstatus tinggi. Hal ini ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Babel, yaitu sebesar 71,47 pada tahun 2020.

Pembangunan infrastruktur dan pembangunan kewilayahan dalam rangka mendukung prioritas nasional, terus diupayakan. Saat ini seluruh jalan yang berada dalam kewenangan Pemerintah Pusat dan Provinsi sudah dalam kondisi baik yaitu dengan tingkat kemantapan jalan 91,54%.

“Dalam hal pengembangan pelabuhan guna mendukung konektivitas antar wilayah serta mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah, Pemprov. Babel dan Kementerian Perhubungan telah bersepakat untuk mengembangkan pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu sebagai pelabuhan ekspor di Babel,” ungkapnya.

Tak hanya memperhatikan pembangunan infrastruktur penunjang sektor ekonomi, dijelaskannya Pemprov Babel juga memperhatikan infrastruktur yang mendukung keagamaan, salah satunya dengan mendorong pembangunan asrama haji yang mampu menampung 460 jemaah dan 26 petugas.

***

SEKALI lagi, satu hal yang perlu diingat adalah, sudah kodrat manusia bahwa semakin banyak yang sudah dilakukan, semakin banyak pula yang terasa belum diperbuat.

Dan sudah menjadi kodratnya pula, kita mengkritisi pemimpin masa sekarang, kadang kita membandingnya dengan pemimpin masa lalu. Padahal terkadang kita lupa bahwa di masa lalu kita juga pernah dan kerap mengkritisi pemimpin di masa lalu itu ketika dia berkuasa.

Atau bisa jadi kita tidak pernah mengkritisi pemimpin di masa lalu, karena kita ikut berada di lingkar kekuasaannya?

Tapi hal yang perlu diingat, setiap pemimpin tentu ada prioritas sesuai dengan zaman dan masanya.

Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya…

Dirgahayu Provinsi Babel…***


News Feed