oleh

Swab Antigen Peserta CPNS Tidak Gratis Sepenuhnya, DPRD Merasa Malu

babelpos

PANGKALPINANG – DPRD Bangka Belitung (Babel) kembali membahas tentang permintaan menggratiskan tes swab antigen bagi peserta seleksi CPNS Pemerintah Provinsi (Pemprov) 2021. Dari permintaan tersebut, Pemprov hanya menggratiskan swab antigen bagi peserta seleksi CPNS yang berasal dari kalangan kurang mampu. Tak totalnya permintaan itu dijawab Pemprov, DPRD pun merasa malu.

“Kami agak sedikit mengeluh tadi dan boleh dikatakan malu dengan masyarakat yang kita harapkan kebijakan itu bisa ditelurkan di Pemprov. Mengingat beberapa daerah kabupaten/kota yang melaksanakan tes yang sama juga gratis. Masalah dia dapat dari mana, ya kami tidak mempersoalkan itu, tapi kami merekomendasikan di APBD P,” ujar Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi di sela-sela rapat Badan Anggaran RAPBD Perubahan, Senin (13/9) kemarin.

Pihaknya pun menyayangkan kebijakan yang diambil oleh pihak eksekutif, yang hanya dapat mengakomodir biaya tes PCR atau tes antigen gratis bagi peserta seleksi CPPPK. Padahal sebelumnya, kata dia, DPRD Babel telah merekomendasikan pihak eksekutif untuk membebaskan biaya tersebut bagi CPNS dan CPPPK.

“Makanya tadi agak sedikit hangat menyangkut pertanyaan mengenai keseriusan Gubernur untuk melaksanakan rekomendasi DPRD mengenai tes rapid antigen gratis bagi CPNS maupun CPPPK Provinsi. Sebab kami mendapat laporan (rekomendasi-red) itu tidak dilaksanakan secara total. Hanya dilaksanakan sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bahwasanya hanya dibantu untuk P3K,” tambahnya.

Menurut penilaian dari para anggota dewan, disampaikan dia, hal tersebut seharusnya merupakan kebijakan daerah, bukan berdasarkan instruksi Mendagri. Selain itu, dia menjelaskan, biaya tes PCR atau rapid test antigen bagi kurang lebih 2.700 CPNS formasi provinsi itu sebelumnya telah diasumsikan masuk ke dalam dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp300 juta.

“Dengan biaya BTT itu sanggup dengan biaya anggaran Rp300 juta, karena kita juga punya stok rapid test antigen yang pastinya untuk tracing ataupun tracking kepada masyarakat yang terindikasi Covid-19. Namun juga bisa kita gunakan proses tracing itu di kegiatan CPNS tersebut,” terangnya. (jua)