oleh

Dari Sidang Tipikor BRI Pangkalpinang, Tradisi Fee AO

babelpos

* ‘Adi’ Masih Misteri?
* Diajak Jemput Adi, Aloy Jawab ‘Ngambang’
* Aloy Seret AO Nur Alamsyah dan AO Zainal Abidin

SOSOK Adi –konsultan keuangan terdakwa Sugianto alias Aloy yang katanya beralamat di Jakarta–, mempunyai peran vital yang membuat Aloy berhasil membobol fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) di BRI Pangkalpinang hingga hampir Rp 50 miliar lebih.

——————

INI juga yang membuat jaksa berupaya keras agar Aloy menguak misteri Adi tersebut. Namun dalam persidangan Selasa (10/11) lalu, jawaban yang diberi terdakwa Aloy banyak mengambang. Bahkan terkesan ia masih berupaya menutup-nutupi siapa si Adi trersebut.

Ketika dicecar tim JPU Edowan dan Eko Putra Astaman, dimana persis alamat si Adi yang katanya di di jalan Pramuka Jakarta?

Aloy terkesan berkelit. “Saya gak tahu dimananya,” kelitnya.

Namun begitu, ia akui kalau sudah kenal lama dengan Adi. JPU juga di ujung pertanyaan sempat menawarka Aloy untuk bersama-sama menjemput Adi di Jakarta. Namun hanya dijawab mengambang oleh Aloy,

“kalau dulu bisa,” tukasnya.

Sidang Tipikor yang dimulai sejak sore hingga malam hari yang diketuai Hakim Fendi itu, juga semakin mengungkap peran-peran para AO (account officer) dalam pusaran perkara KMK BRI 2017 – 2019.

Diungkapkan Aloy, bahwa yang menikmati fee Rp ratusan juta atas pencairan kredit untuk 47 debitur itu bukan saja para AO yang sudah jadi terdakwa itu. Melainkan ada 2 AO lainya yang juga turut menikmati yakni AO atas nama Nur Alamsyah dan Zainal Abidin. Adapun besaran fee yang diterima para AO tersebut mencapai Rp 140 juta dari 2 debitur yakni Yung-Yung dan Tedjo Sunarno.

Dalam kesempatan tersebut juga Aloy dengan gamblang menyebutkan ada “tradisi” fee yang dimainkan para AO. Yakni fee sebesar 2 sampai 12 persen untuk pencairan kredit di BRI Cabang Pembantu Depati Amir. Sedangkan untuk BRI Cabang sebesar 5 dengan 14 persen.

Aloy juga sempat ditanyai oleh hakim Efendi terkait apa keuntungan yang diperoleh terkait? Kenapa Aloy tidak langsung saja mengarahkan para nasabah untuk mengurus sendiri serta langsung ke BRI alias tanpa perantara.

“Saya sudah ngarahkan begitu (untuk ngurus ke BRI secara langsung). Tapi mereka mau saya yang ngurusnya,” ucap Aloy gamlang.

Sementara itu terkait keuntungan, ternyata dalam bisnis pengajuan kredit ini Aloy sambil jual tanah. Tanah ini tak lain diperuntukan guna penambahan agunan bagi para debitur. Adapun pembayaran atas tanah Aloy oleh para debitur itu setelah terjadi pencairan.

“Kalau mereka beli tanah saya dapat untung. Tapi kalau mereka gak beli gak ada untung. Yang penting usai cair (kredit BRI) tanah saya dibayar,” tukasnya enteng.

Seret Nur Alamsyah & Z Abidin

Terkuaknya fee untuk 2 AO –yang hingga sekarang masih hirup udara bebas– oleh terdakwa utama Aloy, kembali mengundang rekasi Penasihat Hukum (PH) AO terdakwa Handoyo (AO), Ahda Muttaqien. Ia mengaku lebih tertarik menyorot 2 nama AO di luar AO yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu. Yakni AO Nur Alamsyah dan Zainal Abidin yang dengan gamblang disebutkan oleh Aloy di muka sidang telah ikut pula menikmati aliran uang alias fee dari nasabah itu.