oleh

AO Kiki Dituntut 5.6 Tahun

babelpos

TERDAKWA Priyandi Al Haqqi als Kiki selaku terdakwa dalam perkara korupsi kredit modal kerja (KMK) BRI dituntut oleh JPU Noviansyah dari Kejaksaan Negeri Bangka Tengah dengan penjara selama 5 tahun dan 6 bulan.

—————

DALAM sidang di Pengadilan Tipikor Kota Pangkalpinang yang diketuai hakim Victor Togi Rumahorbo dengan hakim anggota M Akbar dan Erizal, JPU menilai perbuatan terdakwa selaku account officer (AO) tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Perbuatan terdakwa selaku AO pada bank BRI, telah sengaja memprakarsai dan merekomendasikan pencairan kredit KMK bagi 9 debitur yang tidak sesuai dengan ketentuan pencairan kredit serta menerima imbalan atas pencairan kredit yang diprakarsai itu sebesar Rp 7.300.000.000. Terdakwa juga dinilai telah menikmati uang hasil kejahatanya senilai Rp 120 juta.

Perbuatan terdakwa Kiki dijerat pidana pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagai mana telah diubah dengan Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH pidana jo pasal 65 ayat (1) KUH Pidana.

Hukuman atas Kiki juga ternyata ditambah pidana denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Tidak cukup di situ, JPU Noviansyah juga menuntut terdakwa Kiki untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 120.000.000 sebagaimana yang telah dinikmatinya dan apabila dalam waktu 1 bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap tidak dibayar uang pengganti tersebut, maka harta bendanya disita Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 9 bulan.

Dalam pusaran perkara terdakwa Kiki juga dinilai JPU telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri juga telah memperkaya orang lain yakni Sugianto als Aloy sebesar Rp 3.791.500.000. 9 nasabah atau debitur sebesar Rp 3.352.500.000. Selain itu juga ada nama lain yakni Riky Wijaya sebesar Rp 50.000.000 juta. Dengan demikian negara telah dirugikan dalam hal ini PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 7.300.000.000.(eza)