oleh

Babel Bergerak Dalam Himpitan

babelpos

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Babel —

SEBAGAI provinsi baru, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bergerak di tengah himpitan berbagai kepentingan. Birokrasi dan benturan kepentingan Pemerintah Pusat sering merepotkan daerah. Belum lagi kepentingan berbagai oknum di Babel sendiri yang tak kalah hebohnya sepanjang tahun 2020.

Tahun depan Insya Allah berdiri Bank Babel. Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) mulai bergerak. Kita berharap lembaga negara dan badan usaha negara tidak jadi penghambat pembangunan berkelanjutan di Babel pada tahun 2021.

———————

DI tengah ekonomi sulit di era pandemi ini, masih saja Babel dihimpit oleh berbagai kepentingan, sehingga Babel tidak dapat berlari kencang dalam melaksanakan pembangunannya. Mulai dari kepentingan oknum yang membawa lembaga negara sampai kepada permainan individu yang menyulitkan percepatan pembangunan di Babel.

Perjuangan Babel memperoleh hibah Pemerintah Pusat cq PT Inalum (Persero) sebesar 14% di PT Timah Tbk, sampai ke usulan Babel menaikan royalti timah dari 3% menjadi 10%, masih menjadi PR (pekerjaan rumah) yang tak gampang, tapi harus diperjuang secara gigih. Karena Presiden Joko Widodo telah membuka pintu. Pemerintah Pusat belum memutuskan, tapi sudah menebar harapan.

Kemelut PLTT
Ketika Babel memproklamirkan akan berdirinya PLTT pertama di Indonesia, maka Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) melakukan aksi yang merugikan Babel. Berbagai isu tak sedap ditiupkan oleh lembaga ini agar PLTT tidak jadi dibangun di Babel. Mereka pun melobi berbagai pihak agar proyek bernilai Rp 17 triliun di Babel itu batal dilaksanakan.