oleh

Gaji ‘Buzzer’ Pertanda Tak Pede

babelpos

*Anggaran Influencer Bikin Gaduh
JAKARTA – Perdebatan tentang anggaran influencer makin keras. Ini setelah Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pemerintah Presiden Jokowi tidak percaya diri dengan program-programnya hingga harus menggelontorkan anggaran untuk influencer.

Kantor Staf Presiden (KSP) pun langsung memberikan rician disertai fakta-fakta yang menunjukan klaim ICW terkesan salah kaprah.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menegaskan anggaran belanja pemerintah untuk aktivitas yang melibatkan influencer mulai muncul pada tahun 2017. Dan anggaran senilai Rp90,45 miliar tidak seluruhnya untuk membayar influencer seperti pernyataan ICW.

Pernyataan ICW tersebut berdasarkan penelusuran dari laman pengadaan barang jasa pemerintah Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sepanjang 14 sampai dengan 18 Agustus 2020.

”Anggaran senilai Rp90,45 miliar tidak seluruhnya untuk membayar influencer seperti pernyataan ICW. Total Rp90,45 miliar itu anggaran kehumasan. Kehumasan itu banyak alokasinya, misalnya untuk iklan layanan masyarakan, untuk memasang iklan di media cetak, audio visual, sosialisasi, bikin buku, atau lainnya jadi tidak semua untuk influencer,” jelas Donny, Jumat (21/8).