oleh

Pilih, Cuma Dihitung atau Diperhitungkan?

babelpos

PILKADA Corona –tepatnya Pemilihan Kepala Daerah di tengah wabah Covid-19 melanda– akan berlangsung di Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat, dan Belitung Timur. Suasana pelaksanaan boleh berbeda, suasana hati mungkin tak jauh beda dengan Pilkada biasanya.

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup

TAHAPAN sudah berjalan, pelaksanaan pun hanya tinggal menghitung bulan. Banyak bakal calon yang akan muncul, tapi semua masih ‘malu-malu’ mensosialisasikan apalagi mendeklarasikan diri.

Jika memang cepat atau lambat pasti akan muncul, mengapa tidak mengambil jalan cepat sekalian. Seorang calon Bupati atau Calon Wakil Bupati tentu tentu tak ingin hanya menjadi calon yang cuma dhitung, tapi tak diperhitungkan. Seorang kandidat bakal calon tentu tak ingin hanya menjadi kandidat penggembira, ikut bertarung tapi tak dihitung karena lawan sudah tahu begitu lemahnya dia di tengah masyarakat pemilih.

Sang kandidat bakal calon haruslah memastikan diri, kalau tahu bakal kalah, mengapa pula mengadu nasib dan peruntungan untuk tetap maju. Jangan mandi kepalang basah, jangan mengaji kepalang ajar. Jika mandi, basah kuyub sekalian, jika mengaji tahu tajwid dan segala hukum sekalian.

Kalau tak sekarang kapan lagi?

***

MENGAPA pula sang bakal calon itu terus menutupi jati dirinya dan masih diam-diam sesungguhnya mau bertarung dalam Pilkada? Cukupkah hanya bermodal percaya diri dan merasa diri sudah dikenal masyarakat, sehingga tidak perlu menyatakan akan maju ketika masih jauh-jauh hari?