oleh

430 Ekor Burung Diamankan

babelpos

KANTOR Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Minggu (21/6) kembali berhasil menggagalkan usaha penyelundupan media pembawa hama penyakit hewan katantina jenis burung sebanyak 430 ekor yang dikemas dalam 13 boks plastik.

————-

KEPALA Karantina Pertanian Pangkalpinang drh. Saifuddin Zuhri menjelaskan, 430 burung terdiri jenis Kolibri dan Sepah Raja ini rencananya akan dikirim ke Jakarta melalui Pelabuhan Pangkalbalam tujuan Tanjung Priok.

“Kami amankan arena tidak disertai dengan dokumen karantina. Ada 430 ekor burung terdiri dari 419 ekor Kolibri Wulung, 8 ekor Kolibri Ninja dan 3 ekor Sepah Raja berasal dari Pangkalpinang,” jelas, Senin (22/6) kemarin.

Diterangkan Zuhri, bahwa salah satu jenis burung ini merupakan burung yang dilindung. “Dari burung yang diamankan, burung sepah raja merupakan satwa liar yang dilindungi, itu sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tanaman dan Satwa yang dilindungi,” katanya.

Zuhri menambahkan, upaya penyelundupan ini berawal dari informasi inteligen dan kecurigaan petugas pada saat melakukan pengawasan di pelabuhan. Selanjutnya media pembawa dikeluarkan dari kapal untuk dibawa ke Kantor Karantina Pertanian Pangkalpinang wilayah kerja Pelabuhan Pangkal Balam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah kami mendapatkan informasi kemudian menindaklanjuti, pejabat karantina memeriksa alat angkut KM. Sawita dengan didampingi kru kapal, pada saat melakukan pemeriksaan ditemukan tumpukan boks plastik berisi burung yang berada disalah satu ruangan,” jelas Zuhri.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan pasal 35 ayat (1) huruf a, setiap media pembawa termasuk satwa liar yang akan dilalulintaskan wajib dilengkapi dengan dokumen karantina sertifikat kesehatan hewan dari tempat pengeluaran.