oleh

Awas!! ‘Tikus’ Bansos Corona

babelpos

DIMANA ada lumbung, di situ ada ‘tikus’. Corona adalah bencana, tapi Bansos-nya bisa jadi ‘lumbung’ siap panen bagi yang tak punya hati.

———————

DAN, Polri menemukan sejumlah kasus penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) terkait COVID-19. Kasus-kasus tersebut tengah ditangani Satgas Khusus Pengawasan Dana COVID-19.

Karo Penmas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan Satgas Khusus Pengawasan Dana COVID-19 menemukan delapan kasus penyelewengan dana bansos. Enam tengah ditangani di wilayah Polda Sumatera Utara (Sumut).

“Dari informasi yang masuk, ada enam kasus di Polda Sumut, dua kasus di Polda Banten. Proses masih berlanjut,” katanya, Jumat (19/6).

Dari delapan kasus tersebut, lanjut Awi, ada kasus yang kerugiannya kecil dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan atau mediasi.

“Misalnya ada pemotongan Rp100 ribu, Rp150 ribu. Itu diselesaikan. Kami berharap (penyaluran) bansos ini tepat sasaran. Kalau bisa mediasi jika kerugiannya kecil. Dikembalikan (dana kerugian),” katanya.

Sementara untuk kasus dengan kerugian cukup besar masih dalam penyelidikan.

“Yang ditangani Polres Simalungun, juga adanya manipulasi timbangan bansos, dipotong 2 kilogram bansos. Masih diselidiki prosesnya termasuk (masih didalami) kerugian, data penerima bansos,” katanya.

Tidak hanya Polri dengan satgasnya, KPK meminta agar masyarakat berpartisipasi dalam mengawasi bansos. Komisioner KPK Nurul Ghufron meminta masyarakat bisa berpartisipasi membantu penegak hukum mengawasi penyaluran bansos. Dia mengatakan KPK telah membuat aplikasi JAGA Bansos.

“(KPK) telah membuat aplikasi untuk mekanisme laporan yang disalurkan ke pemerintah kalau ada penyimpangan. Ada kepentingan mau Pilkada. Itu bisa dilaporkan menggunakan JAGA Bansos,” katanya.

Ghufron mengatakan ada potensi korupsi dalam pemberian bantuan sosial kepada warga terdampak COVID-19. Misalnya berupa seseorang yang berhak menerima, tetapi tidak menerima begitu juga sebaliknya.

Lalu, modus pengurangan bantuan berupa beras dua kilogram menjadi satu kilogram atau uang tunai dari Rp 600 ribu menjadi Rp 300 ribu.