oleh

Nasib Penerima ‘Jatah Reman” Kadisnaker Babel, Harrie: Ditangani Inspektorat

babelpos

 

*Jumli: Harus Dicopot, Biar Jadi Pelajaran

KADISNAKER Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Harrie Patriadie menyatakan, stafnya yang berinisial (PK), sudah diperiksa dan diproses secara internal. Saat ini kasus PK sudah serahkan kepada Inspektorat.

———————-

SUDAH dilimpah ke Inspektorat,” tukasnya singkat.
Sementara itu, dugaan gratifikasi yang dilakukan PK ini juga mendapat sorotan tajam mantan ketua Ombudsman Bangka Belitung, Jumli Jamaludin. Jumli apresiasi adanya warga masyarakat yang juga mantan karyawan yang telah berani melaporkan adanya dugaan gratifikasi tersebut. “Kita sangat apresiasi adanya laporan itu, kita juga terus mendukung kalau ada pihak-pihak perusahaan yang berani melaporkan atas gratifikasi ataupun pungli. Bukan rahasia lagi pungli dan gratifikasi, walau susah dibuktikan tetapi selama ini kita kerap mendengarnya,” kata Jumli.

Atas laporan gratifikasi yang masuk ke institusi penegak hukum itu, menurut Jumli harus cepat ditindak lanjuti. Apalagi laporan tersebut resmi dengan melibatkan pihak pengacara. “Kita akan sorot terus terutama melalui media, karena dengan begitu kita berharap ada sikap tegas dari penegak hukum. Apalagi dalam hal ini, masyarakat langsung yang berperan aktif sehingga jangan sampai nantinya justeru dimentahkan. Jangan sampai juga masyarakat justeru berbalik arah mencurigai institusi penegak hukum karena ini ada kaitanya dengan sebuah perusahaan,” ingat ketua Lembaga partisipasi pengawas dan pemerhati pelayanan public (LP5), Bangka Belitung ini.

Tidak cukup di situ, Jumli juga mendesak agar Pemerintah Provinsi secepatnya mengambil sikap tegas untuk mencopot ASN tersebut. “Kita dengar ASN bersangkutan sudah diproses secara internal. Maka dari itu secepatnya harus ditindak dan kalau perlu dicopot supaya jadi pelajaran bagi ASN lainya. Karena kalau terus dibiarkan akan terus merusak citra serta memperburuk pelayanan kepada masyarakat,” desaknya.(eza)