oleh

Walhi Minta Kejati Bui Para Bos Timah

babelpos

PENYIDIK Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Bangka Belitung telah merampungkan penyidikan terhadap 3 perkara perambahan hutan lindung dengan menggunakan alat berat berupa PC. Perkara-perkara tersebut kini akan segera disidangkan setelah dilimpahkan ke Kejati.

————-

DIREKTUR Eksekutif Walhi Bangka Belitung, Jessix Amundian, memuji profesionalisme Kepolisian dalam menuntaskan perkara tersebut. Namun begitu Jessix Amundian sekaligus juga mengkritisi beberapa tersangka yang tidak dilakukan penahanan oleh penyidik. “Satu sisi kita puji kasus tersebut segera dilimpahkan ke Kejaksaan guna disidangkan. Tetapi di sisi lain tersangka ada yang tak ditahan,” ujarnya

Oleh karena itu, ia berharap sikap tegas penegakan hukum juga ditunjukan oleh pihak Kejaksaan selaku penuntut hukum. Dengan begitu harapan publik agar perkara-perkara pertambangan yang menyangkut bos-bos besar tambang dan alat berat ilegal ditangani secara tegas dan adil.

“Kalau penambangan yang melibatkan tangan-tengan kecil rasanya semuanya ditahan sel. Tetapi kalau bos-bos timah ada yang ditahan ada yang gak, maka dari itu kita berharap adil seadil-adilnya tanpa pandang bulu. Biar semua masuk bui,” ucapnya.

Dia berharap besar, Kajati Ranu Mihardja bersikap tegas dalam penuntutan perkara pertambangan ini. Dengan begitu, anak buahnya di level bawah akan berani bersikap tegas dalam memproses penuntutan. “Kita berharap kali ini ketegasan hukum harus ditunjukan demi rasa keadilan itu,” desaknya.

Salah satu kasus yang disorot adalah penangkapan PC yang beroperasi di hutan lindung Parit 2 Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, yang berujung penetapan seorang tersangka yakni Sopyan warga Toboali oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung. Namun kasus ini sang pemilik PC yakni Alim warga Toboali belum terseret.(eza)