oleh

Terbukti Gelapkan Pajak, Budik Divonis 2 Tahun Penjara

babelpos

PANGKALPINANG – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Kota Pangkalpinang yang diketuai Rendra Yozar Dharma Putra, dengan anggota Siti Hajar Siregar dan Iwan Gunawan menyatakan Budik terbukti telah secara sah telah melakukan penggelapan pajak di Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang. Mantan bendaraha Sekretariat DPRD tersebut akhirnya divonis 2 tahun penjara.

Putusan ini sendiri lebih ringan 6 bulan dari tuntutan JPU dari Kejaksaan Negeri Pangkalpinang dengan 2 tahun dan 6 bulan penjara. Budi dijerat pasal 39 ayat (1) huruf i UU KUP.

Dalam dakwaan lalu, mantan bendahara pengeluaran Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang yang terjerat perkara SPPD Dewan Kota didakwa pidana perpajakan. Adapun nilai pajak yang tak disetorkan alias digelapkan Budik kurun Januari 2017-Desember 2017 adalah sejumlah Rp 355.496.640.

Diungkapkan dalam rilis, penyidik menemukan fakta Budik tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut. Di antaranya disebutkan surat perintah pencairan dana (SP2D) , yang di dalamnya ada potongan PPh pasal 21, telah dicairkan.

Atas SP2D yang telah dicairkan tidak ada PPh pasal 21 yang disetorkan ke kas negara. Telah dilakukan pembinaan oleh atasan dan telah dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

Perkara tersebut ditangani oleh penyidik Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan. Lalu berkas tersebut kini sudah P21 dan diterima oleh pihak jaksa penuntut dari Kejaksaan Negeri Pangkalpinang.

“Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, telah menerima pelimpahan tahap 2 dari Penyidik Dirjen Pajak Sumatera Selatan dan Bangka Belitung terhadap tersangka Budik Wahyudi dalam perkara pajak serta barang buktinya.

Tersangka sudah kita terima dan saat ini sudah ditahan di Lapas Tuatunu Pangkalpinang,” kata Kasi Intelijen, Ryan Sumarha yang didampingi kasi Pidsus Edowan serta tim penyidik Direktorat Jenderal Pajak (18/3).