oleh

Program Melati Tuk Ketapang, Kwarda Babel Ambil Bagian Antisipasi Krisis Pangan

babelpos

“Ada padi yang akan ditanam paralon di bawahnya ada ternak lele sehingga tidak menggunakan lahan,” jelasnya lagi.

Kemudian, Kakwarda memberi perhatian khusus untuk program Melati Tuk Ketapang. Program ini bukan lagi kegiatan percontohan, namun sudah menyusun aplikasi pemberdayaan pramuka, mulai dari tingkat Kwarda, Kwartir cabang, Kwartir Ranting, bahkan hingga Gugus Depan, untuk mulai bercocok tanam.

“Saya minta Waka Binawasa, kepada pembina akan implementasi ke seluruh cabang. Berkolaborasi dengan Bidan Abdimasgana, kalau dikembangkan bisa kolaborasi dengan bidang manapun,” imbuhnya.

Pada program Melati Tuk Ketapang, fokus menanam umbi-umbian atau jagung. Pangan ini nantinya bisa menjadi pengganti kandungan dari beras atau padi yang biasa dikonsumsi.
Melati menekankan untuk saling kolaborasi setiap bidang. Sejauh ini, ada tiga bidang dengan program ketahanan pangan berbeda garapan. Sebelum terjadi krisis pangan, Istri Gubernur ini menekankan pramuka untuk harus siap dan tanggap, mengimplementasikan program ketahanan pangan mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega, dan Dewasa.

“Ketahanan pangan tidak bisa setengah-setengah karena ini krusial. Untuk mengantisipasi krisis pangan setelah masa pandemi Covid-19. Semoga gerakan yang kita lakukan ini bisa sejalan dengan Kwartir Cabang di bawah sampai dengan Ranting. Kalau ini berjalan baik, mudah-mudahan kekhwatiran krisis pangan khususnya di Babel tidak terjadi,” tutupnya. (tob)