oleh

Pekerja Kapal Keruk Tes Massal, SMAN 1 Belinyu Gantikan SMAN 1 Pemali

babelpos

*Percontohan Era Covid-19

WACANA dari Dinas Pendidikan Provinsi Babel untuk menjadikan SMA Negeri 1 Pemali sebagai sekolah percontohan belajar mengajar era Covid-19 sementara dibatalkan. Pasalnya, ditemukan sejumlah kasus Covid-19 pada Kecamatan Pemali tempat sekolah itu berada.

—————–

RENCANA SMA 1 Pemali akan buka tanggal 2 Juni namun dengan melihat dari segi data kasus terkonfirmasi dan rapid tes reaktif beberapa orang maka kegiatan ini dibatalkan. Dialihkan ke Kecamatan Belinyu,” kata Boy Yandra kepada wartawan, Minggu (31/5).

Percontohan belajar mengajar kemudian dialihkan ke SMA Negeri 1 Belinyu yang dilihat dari segi data tidak ada kasus reaktif ataupun positif Covid-19. Dalam koordinasi dengan pihak Kecamatan Belinyu pun telah siap untuk menerima percontohan belajar dan mengajar itu.

Untuk pelaksanaannya nanti SMA Negeri 1 Belinyu mengikuti aturan protokol Covid-19 yang telah ditentukan.

Diantaranya harus dilengkapi alat cuci tangan di tiap ruangan, menjaga jarak satu sampai satu setengah meter dan wajib memakai masker. Selain itu sekolah harus memiliki alat thermogram dan setiap siswa dicek suhunya dengan alat tersebut.

“Kemudian bagi siswa yang panasnya di atas tiga delapan disuruh pulang, bila ada yang batuk-batuk atau pilek tidak diizinkan masuk, disuruh pulang,” ujarnya.

Informasi pihak sekolah, SMA Negeri 1 Belinyu yang memiliki siswa sekitar 367 orang, guru, tenaga administrasi dan penjaga sekolah sekitar 40 atau totalnya 400 orang. Nantinya 400 orang itu akan dirapid tes yang tujuannya sebagai pengecekan.

“Mudah-mudahan kita berdoa tidak reaktif, kalau seandainya memang ada reaktif langsung kita isolasi. Nantinya dari Dinkes Kabupaten Bangka akan merencanakan merapid semua murid guru dan penjaga sekolah. Gunanya adalah untuk memutuskan mata rantai dari pada Covid-19 itu,” jelasnya.

SMA Negeri 1 Belinyu yang memiliki jumlah ruangan 20 kelas akan menjalankan proses belajar mengajar kelas 10 dan kelas 11 secara serentak.

Tes Massal
Sementara itu, pasca ditemukan satu kasus Covid-19 terkonfirmasi dari pekerja kapal keruk PT Timah, dilakukan rapid tes dan tes swab terhadap puluhan pekerja kapal keruk Singkep. Selain itu, dipersiapkan langkah isolasi bagi pekerja yang reaktif ataupun nantinya positif Covid-19.

“Alhamdulillah kita sangat berterima kasih sekali kepada PT Timah yang telah melaksanakan rapid tes mandiri dan tes swab mandiri. Ini sangat membantu sekali terutama bagi Pemkab Bangka,” kata Boy Yandra.

Menurutnya, dengan ada rapid tes maupun tes swab adalah salah satu untuk mempercepat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Namun pihaknya berharap kedepan, apapun kegiatan yang ada hubungannya dengan Covid-19 minimal datanya dapat dibagi.

“Sehingga kalau ada yang reaktif maka kami dengan tim pantau kami akan bekerja di lapangan. Kita langsung melakukan penyelidikan epidemiologi yang tujuannya adalah mencari data-data yang bersangkutan kontak dan segala macam, sehingga berikutnya kita langsung pasang gelang pantau untuk memudahkan pemantauan,” jelasnya.

Hal lainnya saat ini, PT Timah telah menyiapkan ruang isolasi di mess Tanah Hongkong dan sudah dilakukan disinfektan. PT Timah untuk sementara menghentikan aktivitas kapal keruk tempat salah satu pekerja yang terkonfirmasi positif.

“Sementara aktivitas kapal keruk diistirahatkan dulu sampai hasil swab pertamanya negatif. Kita dengan tim Dir ESDM PT Timah Pak Rizki beserta rombongan melihat tempat persiapan karantina yang disiapkan oleh PT Timah yaitu Rumah Sakit Medika, ada 20 tempat tidur kamar. Kemudian ada mess di Simpang Lampu 4 arah ke pelabuhan itu untuk penampungan sekitar 30-40 orang, nantinya ketika kita butuh untuk karantina sudah ada tempat yang layak untuk ditempati,” pungkasnya.(trh)