oleh

Perintah Agama: Jauhi Penyakit Menular

babelpos

“Larilah dari penyakit menular sebagaimana kamu lari dari singa”
(HR. Bukhori)

WABAH virus corona yang melanda dunia semakin mengkhawatirkan. Di Indonesia, jumlah pasien positif terinfeksi covid-19 (virus corona) terus bertambah. Situasi ini benar benar telah melahirkan sebuah kebiasaan baru yang bisa jadi tidak pernah kita bayangkan, sperti akhir-akhir ini kita merasa heran, kenapa ke masjid dilarang tapi keramaian terjadi dimana-mana. Pasar, bandara dan maal dipenui lautan manusia. Bukankah covid 19 menular karena keramaian. Dan karena alasan menimbulkan keramaian, beribadah di masjid diminta dihentikan?

Saya tertarik dengan ulasan dokter Taufik Hulaimi, yang memaparkan saat ini sebagian umat Islam merasa terzalimi. Kenapa Ke masjid dilarang, sedangkan ke pasar, mal dan bandara dibiarkan? Kemudian muncul desakan kepada para pengurus DKM untuk segera membuka masjid agar bisa beribadah sebagaimana biasanya.

Bagaimanakah sebaiknya kita bersikap?

Sebagai orang beriman yang mengimani adanya kehidupan setelah kematian, tentu kita harus selalu berfikir tentang  kepentingan hidup kita di akherat. Jangan ada perbuatan yang diluar arahan syariat. Kita harus selalu melandasi perbuatan kita dengan landasan-landasan syariat. Dan kita harus melandasi perbuatan kita dengan niat yang benar, yang mana dengan niat tersebut kita mendapat pahala dari perbuatan kita. Bukankah setiap amal akan di ganjar sesuai dengan niatnya?

Syariat memberi arahan kepada kita agar kita berusaha sekuat tenaga mencegah sebuah bahaya terjadi. Bahaya harus dicegah. Pencegahan bahaya dilakukan sebelum terjadi. karena kalau sudah terjadi tindakan yang dilakukan bukan pencegahan, tapi mengatasi masalah.