oleh

Dalam Kasus Timah Ilegal, Agat Pernah Terpidana

babelpos

BERMAIN dengan timah ilegal, ternyata bukan hal baru bagi kolektor timah, Agustino alias Agat. Karena 3 tahun silam, pengusaha asal Bangka Barat (Babar) yang kini diduga terseret kasus penjualan timah kadar rendah itu ternyata pernah divonis bersalah alias terpidana dalam kasus timah ilegal.

——————

DATA yang diperoleh Babel Pos menyebutkan, vonis yang dijatuhkan pada Kamis, (23 Februari 2017) itu menyatakan, terdakwa Agustino als Agat Anak dari Tjhie Soen Siong itu bersalah melakukan tindak pidana pertambangan “menampung mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK atau izin”.

Agat divonis bersalah alias menjadi terpidana lebih rendah dari tuntutan yakni penjara selama 2 bulan 7 hari dan denda sejumlah Rp 10 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan. Dan itu lebih rendah dari tuntujuan JPU saat itu yang 4 bulan.

Majelis juga menyatakan terdakwa Agat dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “menampung mineral bukan dari pemegang IUP, IUPK atau IPR” sebagaimana dalam dakwaan tunggal.

Ketika berupaya dikonfirmasi soal kasus masa lalunya itu via pesan Whatsapp (WA), agat lagi-lagi lebih memilih bungkam. Meski pesan dari harian ini terlihat dibaca dan posisi yang bersangkutan online, namun tetap tidak diperoleh jawaban.

Lalu, bagaimana dengan kasus yang kali ini juga diduga melibat Agat ini?
Dalam kasus ini terlihat adanya niatan tidak baik dari awal. Ia tega mencamtumkan nama supirnya menjadi direktur perusahaan. Sementara dalam proses pembelian dan lainnya justru sang cukong yang disebut-sebut bernama Agat turun langsung.

Sayangnya, Kajati Babel, Ranu Miharja yang memang dikenal jeli dan teliti semasa menjadi Direktur Penuntutan (Dirtut) lembaga anti rasuah KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mau berkomentar banyak. Karena kasus itu sendiri masih dalam penyelidikan pihaknya. Ia hanya berpesan kepada Babel Pos, untuk bersabar dulu.

”Percayakan kasus ini kepada saya. Apa yang kamu beritakan, itu sudah kita periksa,” ujarnya.
Tentu saja masih dalam kapasitas saksi.(eza)