oleh

Satu Pilot

babelpos

Tim itulah yang kelihatannya akan menangani transplantasi Pasien No. 91 sebentar hari lagi.
Memang tingkat sukses transplant paru ini masih rendah –dibanding transplantasi organ lainnya. Tapi kemajuan terus terjadi. Tahun lalu sudah 80 persen pasien transplant paru yang bisa hidup lebih dari 1 tahun.

Yang bisa hidup lebih dari lima tahun baru 30-50 persen. Yang bisa 8 tahun lebih kecil lagi.
Tapi tetap saja ada campur tangan Tuhan. Saya dulu –tahun 2006– juga sudah diberi tahu: maksimal bisa hidup 5 tahun lagi. Bisa jadi benih-benih kanker akan muncul lagi. Saya diminta berpikir ulang.

Saya pun tetap memutuskan transplant. Kanker saya sudah memenuhi hati. Badan saya sudah bengkak. Wajah saya sudah menghitam.

Saya sangat siap untuk transplant. Tambah umur lima tahun sangatlah lumayan. Berarti akan meninggal umur 60 tahun. Sudah lebih pantas.

”Kalau organ yang lain masih tetap baik, lima tahun kemudian bisa transplant lagi,” ujar dokter waktu itu –memberi harapan tambahan.

Saya diam saja. Lima tahun masih lama. Dipikir kelak saja.
Menjelang lima tahun itu saya diperiksa detail sekali: tidak ada tanda-tanda munculnya kanker hati yang baru.

Alhamdulillah.
Lima tahun kedua diperiksa lagi. Tetap bersih.

Alhamdulillah.
Dua tahun lagi adalah lima tahun ketiga.

Kondisi badan pilot di Vietnam itu juga sangat baik. Semua organ lainnya masih mendukung. Kans untuk sukses sangat besar. Apalagi kalau kedisiplinan setelah transplant tetap tinggi –disiplin makan obat, atur diet, dan gaya hidup.

Bahkan di Amerika sudah ada bukti. Pasien transplant paru –tahap awal dulu– masih hidup sampai sekarang.
Sudah 26 tahun.