oleh

Kajati Apresiasi Kejari Babar, Ranu: Itu Prestasi

babelpos

*Ungkap Dugaan Tipikor BPRS Senilai Rp 5,6 Miliar

KEBERHASILAN Kejaksaan Negeri Bangka Barat (Babar) yang dikomandoi Kajari, Hellena Oktaviane, sangat diapresiasi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bangka Belitung (Babel), Ranu Miharja. Penetapan tersangka Tipikor dengan kerugian mencapai Rp 5,6 Miliar, atas mantan Pimpinan Cabang (Pincab) PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Muntok, Babar periode 2014 s/d 2018, adalah sebuah prestasi.

——————-

BAGI Kajati, Ranu, pengungkapan itu merupakan prestasi bagi jajaranya. Dia berharap prestasi besar yang diraih oleh Kejaksaan Negeri Bangka Barat ini menjadi contoh bagi 7 jajaranya di seluruh Bangka Belitung. Terutama Kasi Pidsus di Kejaksaan Negeri dia pacu untuk mampu menyidik perkara korupsi bukan ecek-ecek dengan tersangka ikan besar.

“Saya selaku pimpinan apresiasi adanya penyidikan Tipikor dengan kerugian negara yang besar seperti ini. Sebagai pimpinan saya terus support, teruskan dan jangan terhenti di tengah jalan. Penyidikan harus komprehensif, jangan setengah-setengah. Begitu juga dengan Kejaksaan Negeri yang lainnya yang masih minim prestasi penyidikan Tipikor, seperti ini harus menjadi pemacu semangat dan kinerja, jangan kalah,” kata Ranu Miharja kepada harian ini.

Sebagai pimpinan tertinggi di Bangka Belitung dia akan mengawasi dan mengevaluasi, harapanya kinerja dan integritas jajaranya senantiasa berjalan sesuai koridor. Selain itu juga sebagai pimpinan juga akan menilai mana yang berprestasi dan tidaknya. “Kalau jajaran punya prestasi pasti saya apresiasi. Tapi juga saya akan evaluasi, agar prestasi ini terus meningkat,” ujarnya.

Bagi seorang Ranu, melihat ada 2 hal yang terjadi di lingkungan Kejaksaan Negeri saat ini terkait dengan kondisi penyidikan. Yakni terkait kosong ataupun minimnya penyidikan karena memang korupsi sudah tidak ada lagi di tingkat Kabupaten/Kota. “Kalau sudah tidak ada lagi, berarti hebat sosialisasi Kejarinya di sana. Tapi apa betul sudah tidak ada lagi korupsinya? Sehingga tidak ada penyidikan ataupun minim produk tipikornya,” ucap mantan Direktur Penuntutan KPK itu.

Terakhir menurutnya praktik korupsi di Kabupaten/Kota masih subur. Hanya saja Kejaksaan Negeri setempat tahu tapi cukup mendiamkanya saja. Lantas dia mengingatkan agar jangan sampai dirinya memperoleh laporan atas ini semua. Kalau ada jaksanya yang coba-coba bermain-main dia meminta agar masyarakat melaporkan langsung padanya.