oleh

Riky: Usut Kasus Agat Cs Hingga Tuntas, HPI Dukung Kajati

babelpos

DUGAAN kongkalingkong pembelian timah kadar rendah yang sempat disorot media serta Aktifis Anti Korupsi Bangka Belitung (Babel) daerah ini, terus menggelinding di tengah wabah corona. Penegasan Kajati Babel, Ranu Miharja, untuk mempercayakan pengusutan kasus yang terindikasi korupsi bernilai besar itu, bagai memberi semangat baru bagi pihak-pihak yang pro agar kasus itu dibongkar habis.

——————–

KAMI mendukung penuh apa yang dilakukan Kajati, Ranu Miharja. Kami juga akan ikut mengawal dengan kekuatan yang kami punya, serta termasuk jika ada informasi atau
hal yang berhubungan dengan kasus itu,” demikian dikemukakan Ketua Himpunan Pewarta Indonesia (HPI), Riky Fermana kepada Babel Pos, tadi malam.

Dikatakan Riky, memang akan banyak pihak yang tentunya tidak nyaman jika kasus itu berlanjut. Karena diduga, kasus itu akan menyasar angka yang tidak sedikit, juga akan menyasar ke orang-orang termasuk bos-bos timah yang juga mungkin tidak sedikit. ”Intinya, kasus itu diduga akan menyeret semua pihak yang tidak sedikit, juga nilai rupiah yang juga tidak sedikit,” lanjutnya satir.

Dikatakan, pihak HPI selama ini memilih diam terkait kasus itu, karena menghargai upaya pihak Kejati yang tak ingin gaduh. ”Kita sepakat, ikat dapat, air tak keruh. Itu pesan Kajati, kita setuju itu,” tukas Riky lagi.

Seperti dilansir Babel Pos kemarin, selama ini, mungkin ada pihak-pihak yang meragukan penyelidikan yang sedang berlangsung, dan Kajati Ranu tak mau berkomentar lanjut. Baginya dalam penanganan perkara korupsi jangan sampai gaduh. Begitu juga dengan tim lidik di Pidsus senantiasa dalam pengawasanya agar bekerja sesuai koridor. Baginya juga, ikan harus dapat, tapi air tak keruh.

“Kalau ada jaksanya yang coba-coba untuk bermain di belakang atas penanganan kasus ini, laporkan saya. Misalnya jaksanya ada nerima sesuatu, pasti akan saya periksa. Percayakan pada saya, kita semua bekerja dengan baik,” tegas Ranu sebelumnya.

Sayangnya, karena kasus ini masih dalam penyelidikan, sehingga banyak hal yang belum bisa dipublikasikan. Bahkan saat harian ini mencoba untuk mendapat bocoran hasil penyelidikan, Ranu hanya menyampaikan sebatas untuk harian ini saja. Dia menegaskan belum boleh untuk diekspos karena akan mengganggu jalannya penyelidikan yang sedang intensif saat ini.

Dari sinilah menurut Riky, pernyataan Kajati yang dikenal sebagai mantan Penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang tak kenal kompromi itu, adalah sinyal yang sangat bagus. ”Kita dukung penuh Kajati. Apalagi yang namanya Agat itu sudah diperiksa, dan itu berarti sudah banyak yang juga diperiksa selain itu, meski tentu Kajati belum mau membongkar semua demi kepentingan penyelidikan,” tuturnya mengakhiri.(red)