oleh

Uang Alot

babelpos

Sambil sibuk seperti itu, Misbakhun kuliah ekonomi untuk S-1 bidang akuntansi. Di Universitas Trisakti, Jakarta.
Misbakhun juga kuliah S-2 bidang hukum. Di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta –sambil tidak pernah surut terus mendalami soal-soal ekonomi dan keuangan.

Dan akhirnya berlabuh di Golkar. Terpilih lagi masuk ke DPR –di Pemilu 2014. Dari dapil yang sama –Pasuruan-Probolinggo.

Ia pun masuk Komisi XI lagi di DPR –yang menjadi partner Kementerian Keuangan.
Maka ia pun bertemu kembali dengan Sri Mulyani.

Terjadilah CLBK –Ci Luk Ba Kebencian.
Ups… Tidak.

”Saya sangat loyal kepada pemerintah. Termasuk tentu ke Menteri Keuangan,” ujarnya selepas pelantikannya sebagai anggota DPR dulu. Itu karena Golkar adalah bagian dari pemerintah.

”Bahkan saya juga menyatakan sebagai orang yang sangat beruntung. Saya bisa bekerja sama dengan menteri keuangan terbaik dunia. Berarti kami ini ikut jadi yang terbaik di dunia,” katanya.

Tapi keloyalan utamanya, tentu, tetap pada idenya sendiri: cetak uang. Sebagai satu-satunya sumber dana besar. Untuk membangun kembali ekonomi. Yang dihancurkan oleh Covid-19 –yang sebenarnya memang sudah goyah sejak sebelumnya.

Misbakhun menggambarkan dengan jelas di mana letak kegoyahan itu. Termasuk terjadinya defisit di empat sektor utama sekaligus.