oleh

Garuda dan Lion Air Sudah Konfirmasi, Besok, Penerbangan Dimulai

babelpos

Ia melanjutkan, pengecualian lain dapat diperbolehkan bepergian adalah karena membutuhkan pelayanan kesehatan darurat, atau keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia. “Disamping itu dimungkinkan untuk bepergian bagi pekerja migran, pelajar/mahasiswa di luar negeri serta orang dengan alasan khusus oleh Pemerintah. Yang terpenting semuanya harus disyaratkan dan telah dinyatakan negatif Covid-19,” pungkasnya.

Taati dan Tegas Dengan Protap
Sementara itu, menghadapi kondisi ini, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya menegaskan, agar semua protap dan ketentuan yang ditetapkan benar-benar dijalankan.

”Kita DPRD minta setiap penumpang yang akan ke Babel harus memenuhi Protap yang telah ditentukan Kementrian Kesehatan, jika sudah tiba di Pangkalpinang wajib bagi penumpang untuk lakukan rapid test untuk mengetahui apakah hasil tersebut ada reaksi atau tidak,” ujarnya kepada Babel Pos tadi malam.

Selain itu, DPRD minta untuk rapid test ditanggung maskapai penerbangan jangan dibebankan ke Pemerintah Daerah. ”Pihak Angkasa Pura dan Dinas Perhubungan harus mengawasi secara ketat dengan melibatkan TNI – Polri.

Sebelum hasil rapid test keluar, maka semua penumpang harus dikarantina. Maka makanya Angkasa Pura harus mempersiapkan gedung untuk mengkarantina bagi penumpang sambil menunggu hasil rapid test. Jika ada reaksi, maka penumpang itu segera diisolasi,” lanjutnya.

”Intinya, semua Protap harus dijalankan secara ketat. Jangan sampai kerja keras kita selama ini jadi sia-sia gara-gara lalai menangani ini. Kita juga Senin (11/5) akan mengundang Angkasa Pura dan Maskapai untuk menanyakan soal kesiapan menghadapai Protap ini,” tukasnya.